Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

3 Faktor Besar Yang Bisa Dorong Saham Opendoor Melambung Tahun Ini

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
News Publisher
27 Agt 2025
85 dibaca
2 menit
3 Faktor Besar Yang Bisa Dorong Saham Opendoor Melambung Tahun Ini

TLDR

Opendoor memiliki potensi besar untuk pertumbuhan, terutama jika suku bunga turun.
Kepemimpinan baru yang tepat dapat menjadi katalis utama untuk perkembangan perusahaan.
Pergerakan harga saham Opendoor dapat mengalami efek snowball, baik dari short squeeze maupun peningkatan modal.
Opendoor adalah perusahaan teknologi real estate yang memimpin dalam model iBuying, di mana perusahaan membeli dan menjual rumah secara langsung menggunakan teknologi. Sahamnya melonjak lebih dari 700% sejak Juli, banyak karena dukungan dari manajer hedge fund bullish Eric Jackson yang memberi target harga ambisius sebesar 82 dolar per saham, jauh di atas harga saat ini sekitar 5 dolar.Jackson menilai Opendoor memiliki keunggulan karena menjadi pemain utama iBuyer terakhir yang besar dan berpotensi mengembangkan alat AI berdasarkan data transaksi yang mereka miliki. Namun, masih belum jelas apakah Opendoor bisa bertahan dengan profitabilitas jangka panjang, apalagi pasar real estate sedang lesu akibat tingginya suku bunga yang membuat orang enggan pindah rumah.Salah satu katalis terbesar adalah harapan penurunan suku bunga yang akan menghidupkan kembali pasar real estate, membuat pemilik rumah lebih nyaman menjual rumahnya dan pembeli lebih mampu membeli dengan cicilan lebih rendah. Selain itu, beban biaya bunga Opendoor selama memegang rumah akan berkurang, sehingga biaya operasional bisa ditekan.Kabar CEO Carrie Wheeler mengundurkan diri dan digantikan oleh CTO Shrisha Radhakrishna sebagai pelaksana tugas menimbulkan pertanyaan besar tentang arah perusahaan ke depan. Penunjukan CEO baru yang tepat dan bisa memuaskan investor sangat penting agar saham terus naik, sementara sosok yang kurang dipercaya bisa membuat saham justru anjlok.Saham Opendoor juga berpotensi mengalami short squeeze karena masih ada 23% saham yang dijual pendek, sehingga jika harga naik tajam investor short harus menutup posisi mereka. Selain itu, kenaikan harga saham membuat perusahaan bisa mengumpulkan dana segar dengan risiko dilusi yang lebih rendah, sehingga semakin memperkuat posisi keuangannya.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.