AI summary
Program remitansi baru ini akan memudahkan pengiriman uang ke dompet digital di seluruh dunia. Ujicoba terbatas saat ini hanya melibatkan akun Standard Chartered Bank, tetapi akan diperluas ke lebih banyak bank dan mitra dompet. Pekerja domestik Filipina di Hong Kong diharapkan menjadi salah satu kelompok yang paling diuntungkan dari layanan baru ini. Kini, mengirimkan uang ke luar negeri menjadi lebih mudah berkat kolaborasi antara Alipay+, Standard Chartered Bank, dan jaringan Swift. Mereka menciptakan layanan pengiriman uang lintas negara yang memungkinkan transfer langsung dari rekening bank di luar negeri ke dompet digital pengguna. Ini membantu para pekerja migran dan pelanggan lainnya melakukan pengiriman uang dengan mudah.Program ini masih dalam tahap uji coba dan hanya tersedia untuk pemilik rekening Standard Chartered Bank. Namun, pengguna bisa mengirim uang ke 36 dompet digital yang dikelola oleh Alipay+, yang merupakan produk pembayaran lintas batas milik Ant International, yang berkantor pusat di Singapura.Alipay+ adalah bagian dari Ant International yang dulu berada di bawah perusahaan fintech Ant Group. Ant Group adalah anak perusahaan dari Alibaba Group yang terkenal. Program ini sangat membantu pekerja domestik asal Filipina di Hong Kong untuk mengirim uang pulang dengan lebih cepat dan efisien.Menurut pernyataan yang dirilis para pihak terkait, pengiriman pertama berhasil dilakukan antara rekening Standard Chartered di luar negeri ke dompet digital mitra. Meski belum ada tanggal resmi peluncuran untuk publik, Ant mengatakan akan bekerjasama dengan lebih banyak bank dan mitra dompet digital di luar Singapura.Dengan menggunakan jaringan Swift yang terhubung ke lebih dari 11.500 institusi keuangan dan 1,7 miliar akun pengguna, program ini diharapkan akan memperluas layanan remitansi ke aplikasi populer seperti GCash di Filipina dalam waktu dekat. Ini akan membuat pengiriman uang internasional semakin mudah dan cepat.
Inisiatif ini menandai langkah penting menuju digitalisasi penuh dalam industri remitansi yang selama ini lambat beradaptasi dengan teknologi modern. Selain memperkecil biaya dan waktu pengiriman, kolaborasi ini juga membuka peluang inklusi keuangan lebih luas bagi pekerja migran yang selama ini banyak terkendala akses ke perbankan tradisional.