Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kolaborasi AS-Korea Percepat Penggunaan Reaktor Modular Kecil untuk Pusat Data AI

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (6mo ago) artificial-intelligence (6mo ago)
26 Agt 2025
181 dibaca
2 menit
Kolaborasi AS-Korea Percepat Penggunaan Reaktor Modular Kecil untuk Pusat Data AI

Rangkuman 15 Detik

Kerjasama ini berfokus pada pengembangan solusi energi nuklir untuk memenuhi kebutuhan energi yang meningkat.
Penerapan reaktor modular kecil diharapkan dapat memberikan kontribusi signifikan terhadap energi karbon bebas.
Inisiatif ini menunjukkan kolaborasi antara AS dan Korea Selatan dalam sektor teknologi nuklir dan energi.
Sekelompok perusahaan besar dari Amerika Serikat dan Korea Selatan, termasuk X-energy, Amazon, KHNP, dan Doosan Enerbility, menandatangani perjanjian kerja sama untuk mempercepat penerapan reaktor modular kecil canggih dan bahan bakar TRISO-X. Tujuan utamanya adalah memenuhi kebutuhan energi yang meningkat pesat, terutama untuk pusat data dan operasi kecerdasan buatan (AI) di AS. Reaktor kecil yang disebut Xe-100 memiliki kapasitas 80 megawatt per modul. Targetnya adalah membangun hingga 64 unit reaktor tersebut pada tahun 2039 untuk menghasilkan lebih dari lima gigawatt energi nuklir. Hal ini sejalan dengan inisiatif dan dukungan pemerintah AS yang ingin menggunakan solusi energi nuklir sebagai alternatif rendah karbon. Dalam bagian dari kesepakatan perdagangan antara AS dan Korea Selatan senilai 350 miliar dolar AS, ada juga rencana untuk menginvestasikan hingga 50 miliar dolar AS dari sumber publik dan swasta guna mendukung keberhasilan teknologi nuklir di AS. Ini menunjukkan betapa pentingnya kerja sama bilateral dalam sektor energi masa depan. X-energy saat ini sedang mengembangkan proyek percontohan pertamanya di pabrik milik Dow dan juga merencanakan pembangunan proyek berikutnya di negara bagian Washington bersama Energy Northwest serta Amazon. Proyek ini telah mendapatkan dukungan resmi dari Departemen Energi dan telah memasuki tahap peninjauan izin oleh regulator nuklir AS. Kolaborasi ini tidak hanya fokus pada pengembangan teknologi reaktor, namun juga mencakup desain, strategi konstruksi, pengembangan rantai pasok, rencana investasi, operasi jangka panjang, serta peluang penerapan gabungan AI dan energi nuklir secara global. Harapannya kolaborasi ini akan memperkuat posisi AS dalam persaingan teknologi nuklir dan AI di panggung dunia.

Analisis Ahli

Dr. Rini Wulandari (Ahli Energi Nuklir Indonesia)
Kolaborasi internasional seperti ini bisa menjadi contoh bagi negara-negara lain dalam mengintegrasikan teknologi nuklir dengan kebutuhan ekonomi digital, khususnya pusat data AI. Namun, regulasi yang ketat dan pengawasan keamanan harus tetap menjadi prioritas utama agar teknologi ini diterima luas oleh publik.