Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kerugian Rp 1.34 triliun ($80 Juta) Taylor Thomson: Investasi Crypto Berdasar Saran Psychic Berujung Sengketa Hukum

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (7mo ago) cryptocurrency (7mo ago)
26 Agt 2025
20 dibaca
2 menit
Kerugian Rp 1.34 triliun ($80 Juta)  Taylor Thomson: Investasi Crypto Berdasar Saran Psychic Berujung Sengketa Hukum

Rangkuman 15 Detik

Mengandalkan saran dari psychic dapat berisiko dalam investasi.
Transaksi tanpa persetujuan yang jelas dapat mengakibatkan masalah hukum.
Investasi dalam cryptocurrency sangat volatil dan dapat menyebabkan kerugian besar.
Taylor Thomson, seorang pewaris miliarder dari keluarga Thomson Reuters, mulai berinvestasi secara agresif di cryptocurrency pada masa puncak pasar tahun 2021. Dalam prosesnya, dia mendapatkan saran investasi dari beberapa psychic dan penasihat spiritual yang membuat keputusannya makin tidak konvensional. Portofolio crypto Taylor yang dikelola oleh mantan temannya, Ashley Richardson, dengan nilai lebih dari 140 juta dolar mengalami kerugian besar ketika pasar crypto turun tajam pada pertengahan tahun 2022. Penyelidikan menemukan banyak transaksi yang dilakukan tanpa persetujuan formal dan menggunakan strategi berisiko tinggi. Taylor kemudian menggugat Ashley Richardson beserta proyek blockchain bernama Persistence, setelah token XPRT yang diinvestasikan mencapai penurunan nilai hingga 98,81% dari harga puncaknya pada 2021. Tuduhan klaim menemukan fee tersembunyi dan misrepresentasi menjadi inti sengketa hukum. Dua psychic yang dikenal, Michelle Whitedove dan Robert Sabella, diduga memberikan saran untuk membeli token XPRT, yang ternyata menjadi sumber kerugian besar Taylor. Meski demikian, juru bicara Taylor menyatakan bahwa ia tidak mengambil keputusan besar semata berdasarkan saran psychic. Sebagai balasannya, Richardson mengajukan gugatan balik sebesar 10 juta dolar atas tuduhan pencemaran nama baik dari Taylor, menunjukkan bahwa masalah ini berkembang menjadi konflik hukum yang kompleks dan memerlukan perhatian lebih pada pengelolaan investasi berbasis kepercayaan non-konvensional.

Analisis Ahli

Andreas M. Antonopoulos
Investasi crypto harus berdasarkan riset dan analisa, bukan kepercayaan mistis, karena volatilitas tinggi memerlukan pendekatan yang jauh lebih rasional.
Caitlin Long
Kasus ini menggarisbawahi pentingnya regulasi untuk memastikan siapa yang boleh mengelola dana investor dan bagaimana proteksi hukum terhadap investor amatir yang terbawa emosi atau saran tidak profesional.