Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

China Uji Turbin Angin Terapung 1MW untuk Energi di Lokasi Sulit Terjangkau

Sains
Iklim dan Lingkungan
climate-and-environment (7mo ago) climate-and-environment (7mo ago)
25 Agt 2025
70 dibaca
2 menit
China Uji Turbin Angin Terapung 1MW untuk Energi di Lokasi Sulit Terjangkau

Rangkuman 15 Detik

S1500 adalah turbin terapung pertama di dunia dengan kapasitas 1 MW.
Turbin ini dapat memanfaatkan angin di ketinggian 1.500 meter, yang lebih efisien dibandingkan turbin konvensional.
SAWES berambisi untuk mengembangkan turbin terapung hingga ketinggian 10.000 meter untuk meningkatkan kapasitas produksi energi.
China sedang mempersiapkan uji coba penerbangan untuk sebuah sistem pembangkit listrik terapung yang berbentuk menyerupai kapal udara dan berfungsi seperti turbin angin. Sistem ini diklaim sebagai turbin terapung berskala megawatt pertama di dunia yang mampu menghasilkan listrik dalam kapasitas besar untuk daerah terpencil. Sistem bernama S1500 ini memiliki kapasitas pembangkit listrik sebesar 1 MW dan setara dengan turbin angin konvensional tinggi 100 meter. Dengan memanfaatkan angin yang berhembus kencang dan stabil pada ketinggian 1.500 meter, sistem ini dapat menghasilkan energi jauh lebih besar dibandingkan turbin angin standar yang beroperasi di sekitar 200 meter. Turbin ini menggunakan helium agar dapat mengapung dan membawa peralatan pembangkit listriknya ke ketinggian optimal. Angin yang lebih cepat di ketinggian ini dapat meningkatkan produksi energi hingga 27 kali lipat dibandingkan di permukaan tanah. Sebelumnya, perusahaan SAWES juga telah menguji sistem turbin terapung S500 dan S1000 yang berhasil terbang dan menghasil energi berturut-turut sebesar 50 kW dan 100 kW. Mereka juga telah mengembangkan berbagai langkah keamanan untuk memastikan sistem bisa beroperasi hingga lebih dari 25 tahun. Tujuan jangka panjang SAWES adalah mengembangkan turbin angin terapung yang bisa mencapai ketinggian hingga 10.000 meter, di mana kecepatan angin sangat tinggi dan berpotensi menghasilkan tenaga hingga 200 kali lipat dibandingkan angin di permukaan tanah.

Analisis Ahli

Profesor Wang Lei (Ahli Energi Terbarukan, Tsinghua University)
Sistem seperti S1500 membuka era baru untuk pemanfaatan energi angin berkat kemampuannya mendulang energi di ketinggian lebih optimal, meski aspek safety serta kelangsungan jangka panjang masih perlu diuji lebih lanjut.