AI summary
Metode baru ini menggunakan komputasi kuantum untuk meningkatkan efisiensi pergerakan robot. Pendekatan hybrid antara komputasi kuantum dan klasik memungkinkan perhitungan yang lebih cepat dan akurat. Gerakan yang lebih halus dan realistis pada robot penting untuk interaksi manusia-robot yang lebih baik. Para peneliti dari Shibaura Institute of Technology, Waseda University, dan Fujitsu telah menemukan cara baru memanfaatkan komputasi kuantum untuk membuat pergerakan robot lebih lancar dan efisien. Biasanya, robot humanoid menghadapi tantangan besar karena harus menghitung bagaimana tiap sendi bergerak agar tangan atau kaki mencapai posisi yang tepat.Masalah ini dikenal sebagai inverse kinematics yang rumit karena banyaknya kombinasi gerakan sendi. Komputer tradisional harus melakukan banyak perhitungan trial-and-error yang memakan waktu dan daya komputasi besar, sehingga pergerakan robot jadi lambat dan terkesan kaku.Solusinya, tim ini menggunakan qubit dan quantum entanglement untuk merepresentasikan posisi dan orientasi bagian tubuh robot. Quantum entanglement meniru cara kerja sendi robot yang saling memengaruhi saat bergerak. Di sini, forward kinematics dilakukan dengan komputasi kuantum, sementara inverse kinematics tetap menggunakan komputer klasik dalam pendekatan hibrida.Hasilnya, dengan menggunakan simulator kuantum dan komputer kuantum 64-qubit, mereka bisa mengurangi kesalahan hingga 43% dan membuat proses lebih cepat. Metode ini mampu mensimulasikan robot humanoid dengan 17 sendi secara realistis, sesuatu yang sebelumnya sulit dan butuh waktu sangat lama.Penemuan ini penting karena akan sangat membantu robot di masa depan untuk bergerak natural dan cepat serta beradaptasi dengan lingkungan kompleks secara real-time. Teknologi ini juga sudah bisa dijalankan di komputer kuantum NISQ yang tersedia saat ini sehingga tak sekadar teori tapi sudah bisa dipraktikkan.
Pendekatan hibrida yang menggabungkan komputasi klasik dan kuantum menunjukkan jalan yang sangat menjanjikan untuk menjawab tantangan inverse kinematics yang selama ini menjadi penghambat dalam robotika humanoid. Jika diterapkan dengan algoritma kuantum lebih lanjut, revolusi dalam bidang robotika dan kontrol gerakan kompleks pasti akan terjadi lebih cepat dari yang diperkirakan.