Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penemuan Lubang Hitam Supermasif Terkonfirmasi dalam Lensa Gravitasi Cosmic Horseshoe

Sains
Astronomi dan Penjelajahan Luar Angkasa
Wired Wired
13 Agt 2025
261 dibaca
2 menit
Penemuan Lubang Hitam Supermasif Terkonfirmasi dalam Lensa Gravitasi Cosmic Horseshoe

Rangkuman 15 Detik

Penemuan lubang hitam baru di Cosmic Horseshoe memberikan bukti lebih kuat tentang keberadaan lubang hitam supermasif.
LRG 3-757 adalah salah satu galaksi paling massif yang diketahui, yang membantu para ilmuwan memahami lebih baik struktur galaksi.
Perbandingan antara lubang hitam di Cosmic Horseshoe dan TON 618 menunjukkan pentingnya observasi langsung dalam penelitian astronomi.
Para ilmuwan dari University of Portsmouth dan Federal University of Rio Grande dari Brasil berhasil menemukan tanda-tanda lubang hitam supermasif baru dengan menggunakan fenomena lensa gravitasi yang disebut Cosmic Horseshoe. Lensa gravitasi terjadi ketika gravitasi sebuah objek sangat besar membelokkan cahaya dari objek yang ada di belakangnya. Hal ini memungkinkan para astronom memperkirakan massa lubang hitam yang sulit diamati secara langsung. Cosmic Horseshoe berupa lensa gravitasi yang ditemukan menggunakan teleskop Hubble pada tahun 2007. Di pusatnya terdapat galaksi sangat masif bernama LRG 3-757 yang massanya hingga 100 kali massa galaksi kita, Bima Sakti. Galaksi ini berjarak sekitar 5,6 milyar tahun cahaya dari Bumi. Warna kuning di pusat dan bentuk tapal kuda berwarna biru di sekelilingnya merupakan cahaya dari galaksi lain yang terdistorsi oleh lensa gravitasi. Melalui pengukuran gerak cahaya yang terdistorsi dan kecepatan bintang di sekitar pusat galaksi, para peneliti yakin ada lubang hitam ultramasif di dalam LRG 3-757. Meskipun belum diamati secara langsung, data yang dikumpulkan konsisten dengan keberadaan lubang hitam besar tersebut. Profesor Thomas Collett mengatakan bahwa kombinasi dua pengukuran ini membuat mereka sangat yakin lubang hitam itu nyata. Menurut Collett, lubang hitam sebesar ini kemungkinan terbentuk dari penggabungan dua lubang hitam supermasif hasil tabrakan galaksi. Ilmuwan masih mempertimbangkan apakah hal serupa akan terjadi dengan galaksi Bima Sakti dan Andromeda yang diperkirakan akan bertabrakan dalam waktu dekat. Penemuan ini memberikan wawasan baru tentang pembentukan lubang hitam terbesar di alam semesta. Walaupun lubang hitam TON 618 diperkirakan lebih besar dengan massa sekitar 66 milyar kali massa Matahari, para ilmuwan masih ragu mengklaimnya sebagai yang terbesar karena jaraknya yang sangat jauh dan data yang terbatas. Berbeda dengan temuan di Cosmic Horseshoe yang memberikan kepastian pengamatan lebih tinggi, sehingga para peneliti menganggap temuan ini sebagai lubang hitam terbesarnya yang pernah dikonfirmasi hingga saat ini.

Analisis Ahli

Thomas Collett
Combining measurements of light bending and stellar velocities gives us full confidence in the reality of this ultramassive black hole, which likely formed from the merger of two supermassive black holes from colliding galaxies.