Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Tesla Berbalik Gandeng AI China Demi Bangkitkan Penjualan di Pasar EV

Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
electronic-vehicles-and-batteries (7mo ago) electronic-vehicles-and-batteries (7mo ago)
24 Agt 2025
64 dibaca
2 menit
Tesla Berbalik Gandeng AI China Demi Bangkitkan Penjualan di Pasar EV

Rangkuman 15 Detik

Tesla menghadapi penurunan signifikan dalam penjualan dan pangsa pasar di China.
Elon Musk memilih untuk bekerja sama dengan DeepSeek, sebuah perusahaan AI yang sebelumnya ia kritik, untuk memperbaiki performa Tesla di pasar China.
Model Y yang baru diluncurkan diharapkan dapat membantu Tesla mendapatkan kembali daya tarik di pasar kendaraan listrik yang kompetitif.
Tesla, yang selama ini menikmati pertumbuhan pesat di pasar China, kini menghadapi tantangan serius dengan penurunan penjualan kendaraan listriknya hingga 8,4% pada Juli 2025. Pangsa pasar Tesla di China juga turun drastis menjadi 7,6%, jauh lebih rendah dibandingkan puncaknya sebesar 15% di tahun 2020. Penurunan ini mempengaruhi pendapatan Tesla, yang dari China mencapai 8,61 miliar dolar AS pada semester pertama 2025, turun dari 9,23 miliar dolar AS pada periode yang sama tahun sebelumnya. Sebagai upaya untuk membalikkan tren ini, Tesla mengambil langkah mengejutkan dengan bekerja sama dengan perusahaan teknologi AI China, DeepSeek, dan juga ByteDance melalui produknya Doubao. DeepSeek kini dipercayai untuk mendukung teknologi AI inti mobil Tesla di China, sementara Doubao bertugas mengembangkan alat perintah suara untuk fitur seperti pengaturan suhu, navigasi, dan hiburan dalam mobil. Langkah ini merupakan perubahan drastis karena sebelumnya Elon Musk sempat meremehkan DeepSeek saat peluncurannya di awal tahun. Namun, masalah hukum yang dihadapi oleh AI Grok buatan xAI milik Tesla di China membuat perusahaan harus mencari alternatif cepat dan tepat untuk pasar yang sangat sensitif terhadap regulasi tersebut. DeepSeek dipercaya lebih cocok untuk pasar China karena produknya telah terlokalisasi, dihosting di platform cloud China yang sesuai aturan, dan menawarkan biaya yang lebih rendah dengan performa tinggi dalam pemrosesan AI. Hal ini menjadi keuntungan besar dibandingkan Grok yang belum mampu memenuhi kebutuhan dan aturan lokal, serta mengalami isu kontroversi terkait moderasi dan privasi. Dengan pasar EV China yang semakin kompetitif dengan kemunculan pesaing lokal seperti BYD, Nio, dan Xiaomi yang agresif, Tesla harus melakukan inovasi dan adaptasi strategi secara cepat. Fokus terbaru Tesla juga beralih pada model mobil baru seperti Model Y L dengan tiga baris kursi dan layanan ride-hailing untuk merebut kembali pangsa pasar yang hilang di paruh kedua 2025.

Analisis Ahli

Analis Otomotif Terkemuka
Penggunaan AI lokal seperti DeepSeek adalah strategi yang sangat cerdas mengingat regulasi China yang ketat terhadap teknologi asing dan kebutuhan adaptasi lokal untuk memenangkan pasar EV mereka.