Mengapa Microsoft dan Alphabet Jadi Investasi AI Terbaik untuk Jangka Panjang
Teknologi
Kecerdasan Buatan
24 Agt 2025
161 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Microsoft dan Alphabet menunjukkan pertumbuhan pendapatan yang signifikan berkat Kecerdasan Buatan.
Investasi dalam infrastruktur cloud menjadi kunci untuk mendukung pertumbuhan Kecerdasan Buatan.
Kedua perusahaan memiliki posisi yang kuat dan beragam untuk memanfaatkan peluang di pasar AI.
Dalam beberapa tahun terakhir, kecerdasan buatan (AI) berubah dari sekadar tren teknologi menjadi kekuatan besar yang mendorong pertumbuhan finansial perusahaan-perusahaan besar. Microsoft dan Alphabet menjadi dua perusahaan teknologi yang paling diuntungkan oleh perkembangan AI karena mereka memanfaatkan keunggulan skala dan keberagaman produknya. Karena itu, investor kini melihat kedua perusahaan ini sebagai pilihan investasi utama untuk mendapatkan eksposur pada AI dengan risiko lebih rendah.
Microsoft baru-baru ini melaporkan kenaikan pendapatan sebesar 18% menjadi 76,4 miliar dolar, dengan pertumbuhan luar biasa pada layanan cloud mereka yang tumbuh 39%. Hal ini menunjukkan bahwa permintaan untuk pengolahan beban kerja AI melalui platform Azure meningkat drastis. Meski ada sedikit tekanan pada margin laba dari investasi infrastruktur AI, Microsoft yakin efisiensi dan penetapan harga berbasis nilai akan memulihkan margin tersebut dalam jangka panjang.
Sementara itu, Alphabet juga melaporkan hasil keuangan yang kuat dengan pertumbuhan pendapatan 14% menjadi 96,4 miliar dolar, didukung oleh pertumbuhan ganda digit di pencarian Google, iklan YouTube, langganan, dan pertumbuhan 32% di Google Cloud. Alphabet mengalokasikan anggaran besar, sekitar 85 miliar dolar untuk capex tahun 2025, guna mendukung kebutuhan infrastruktur AI yang terus tumbuh, namun tetap mempertahankan margin operasi yang solid.
Kedua perusahaan menggunakan skala besar dan jangkauan global produk mereka untuk meluncurkan fitur-fitur AI secara cepat dan mengkomersialkannya dalam ekosistem masing-masing, seperti Microsoft dengan produk Microsoft 365 dan Copilot, serta Google dengan fitur AI di pencarian dan YouTube. Ini menciptakan siklus pertumbuhan yang mendalam dan tahan lama dibandingkan dengan banyak startup AI yang masih mencari model bisnis yang solid.
Meskipun nilai pasar Microsoft dan Alphabet tergolong tinggi berdasarkan rasio harga terhadap laba, keduanya menawarkan ketahanan yang baik dan potensi pertumbuhan jangka panjang yang stabil bagi investor. Jadi, bagi mereka yang ingin berinvestasi di bidang AI dengan risiko yang lebih kecil, kedua raksasa teknologi ini menjadi pilihan yang sangat tepat dan mudah dipertimbangkan.
Analisis Ahli
Daniel Sparks (The Motley Fool)
Microsoft dan Alphabet adalah dua pilihan saham AI yang solid karena skala, diversifikasi, dan kemampuan mereka memonetisasi AI secara luas tanpa risiko tinggi seperti perusahaan startup.