Vivo Vision, Headset Mixed-Reality Ringan dan Murah Saingi Apple Vision Pro
Teknologi
Gadgets dan Wearable
24 Agt 2025
72 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Vivo Vision adalah headset mixed-reality yang lebih ringan dan lebih terjangkau dibandingkan dengan Apple Vision Pro.
Headset ini mengandalkan teknologi pelacakan mata dan gestur tangan untuk kontrol yang intuitif.
Vivo Vision dirancang untuk memberikan pengalaman visual yang superior dengan resolusi 8K.
Vivo baru saja meluncurkan perangkat mixed-reality bernama Vivo Vision yang tampil mirip dengan Apple Vision Pro dalam hal nama, desain, dan antarmuka. Headset ini dikontrol dengan menggunakan pelacakan mata dan gerakan tangan yang intuitif, membuat pengalaman pemakaiannya sangat modern dan mudah digunakan.
Salah satu keunggulan utama Vivo Vision adalah bobotnya yang hanya 398 gram, sekitar 35 persen lebih ringan dibandingkan Apple Vision Pro yang bisa mencapai 600 gram atau lebih. Hal ini menjawab keluhan umum tentang beratnya perangkat VR kelas atas yang membuat pengguna merasa kurang nyaman saat memakainya dalam waktu lama.
Perangkat ini dilengkapi dengan dua layar OLED beresolusi sangat tinggi, masing-masing 3.840 x 3.552 piksel, sehingga total resolusi gabungannya mencapai 8K. Ini memastikan tampilan visual yang sangat tajam dan detil, cocok untuk berbagai aplikasi mixed-reality yang menuntut kualitas grafis tinggi.
Vivo Vision didukung oleh Qualcomm Snapdragon XR2 Plus Gen 2 Platform yang meningkatkan kemampuan pemrosesan grafis sekitar 15 persen dibandingkan pendahulunya. Dengan bantuan teknologi ini, pengguna dapat menikmati visual yang lebih tajam dan gerakan yang lebih halus tanpa lag yang mengganggu.
Saat ini, headset ini hanya dapat dihubungkan dengan beberapa model ponsel Vivo dan komputer yang menggunakan sistem operasi Windows 10 atau versi lebih tinggi untuk fitur proyeksi layar. Hal ini mungkin akan menjadi tantangan bagi pengguna di luar ekosistem Vivo, tetapi membuka potensi untuk ekspansi yang lebih besar ke depannya.
Analisis Ahli
Dr. Andri Setiawan (Teknologi AR/VR)
Inovasi Vivo dalam mengurangi bobot headset dan menekan harga akan sangat berdampak positif terhadap adopsi teknologi mixed-reality secara luas, terutama bagi pengguna yang mengutamakan kenyamanan pemakaian dan nilai ekonomis.

