Quantum Computing Fotonik: Teknologi Murah yang Bisa Ubah AI dan Masa Depan Komputer
Teknologi
Kecerdasan Buatan
23 Agt 2025
31 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Teknologi komputasi kuantum menggunakan qubit fotonik menawarkan keunggulan dalam biaya dan efisiensi.
Pasar komputasi kuantum masih muda, dan investasi memerlukan kesabaran serta pemahaman mendalam.
Meskipun Quantum Computing belum menghasilkan keuntungan, potensi teknologi ini bisa menjadikannya pemain kunci di masa depan.
Perkembangan AI menuntut komputer dengan kemampuan sangat tinggi, yang terbatas oleh teknologi silikon dan bit biner biasa. Quantum computing menawarkan solusi dengan menggunakan qubit yang dapat menangani perhitungan kompleks jauh lebih cepat daripada komputer konvensional.
Perusahaan Quantum Computing mengembangkan komputer kuantum menggunakan qubit berbasis fotonik yang bisa bekerja pada suhu ruang, membuatnya lebih murah dan lebih mudah dioperasikan dibanding komputer kuantum lain yang perlu suhu sangat dingin.
Produk utama mereka, Dirac-3, dijual dengan harga sekitar 300,000 dolar AS dan biaya sewa jamnya jauh lebih rendah dibandingkan platform lain seperti IBM. Perusahaan ini sedang mengembangkan teknologi agar quantum computing bisa disematkan pada kartu PCIe untuk komputer desktop.
Walaupun masih baru dan belum banyak digunakan secara praktis, potensi pasar quantum photonics diprediksi tumbuh cepat hingga tahun 2032. Beberapa organisasi besar seperti NASA dan universitas ternama sudah mulai bermitra dengan Quantum Computing.
Investasi pada perusahaan ini masih berisiko tinggi karena mereka belum menghasilkan keuntungan dan teknologi komputasi kuantum ini masih dalam tahap berkembang, tetapi peluangnya sangat besar jika teknologi mereka bisa diadopsi secara luas.
Analisis Ahli
Scott Aaronson (Quantum Computing expert)
Photonic quantum computing is an exciting frontier due to its potential for room-temperature operation, which could drastically simplify hardware requirements compared to superconducting qubits.Michelle Simmons (Quantum physicist)
Scaling photonic qubits while maintaining coherence is challenging, but if achieved, it could revolutionize the field by making quantum computers more accessible and practical.