XRP Terpuruk 20% Karena Ketidakpastian Regulasi dan Penundaan ETF
Finansial
Mata Uang Kripto
23 Agt 2025
257 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
XRP mengalami penurunan signifikan dalam nilai meskipun kasus hukum dengan SEC telah diselesaikan.
Ketidakpastian regulasi terus menjadi tantangan bagi Ripple dan inisiatif bisnisnya.
Kinerja XRP yang buruk dibandingkan dengan cryptocurrency lain menunjukkan adanya risiko investasi yang perlu diperhatikan.
Setelah berhasil mencapai harga tertinggi dalam 52 minggu pada pertengahan Juli, XRP kembali mengalami penurunan hingga 20% selama 30 hari terakhir. Ini membuat XRP menjadi salah satu mata uang kripto yang berkinerja paling buruk dibandingkan dengan Ethereum dan Bitcoin pada periode yang sama.
Awalnya, penyelesaian kasus hukum Ripple dengan SEC yang berlangsung sejak 2020 diharapkan dapat mengangkat harga XRP. Namun, keputusan SEC untuk menunda persetujuan spot XRP ETF hingga pertengahan Oktober kembali menciptakan ketidakpastian di pasar yang memengaruhi sentimen investor.
Selain itu, penjualan besar senilai 175 juta dolar AS oleh seorang insider Ripple pada Juli memperburuk persepsi negatif terhadap masa depan XRP. Inisiatif Ripple yang memerlukan izin regulasi, seperti pengajuan lisensi perbankan dan tokenisasi aset, juga menghadapi rintangan besar di tengah ketidakjelasan aturan.
Meskipun prediksi awal Bloomberg menyebut kemungkinan persetujuan spot XRP ETF sangat tinggi, pasar prediksi seperti Polymarket menurunkan probabilitas tersebut menjadi 78%, menandakan munculnya keraguan. Kondisi ini mengakibatkan XRP sulit mempertahankan momentum bullishnya tahun ini.
Meski demikian, ada harapan bahwa spot XRP ETFs akan akhirnya disetujui di akhir tahun, sehingga volatilitas harga XRP mungkin akan mereda setelah keputusan tersebut. Investor yang berminat disarankan tetap waspada terhadap pergerakan pasar yang cenderung tidak stabil.
Analisis Ahli
Dominic Basulto
Penundaan persetujuan spot XRP ETFs menyebabkan investor ragu-ragu, sementara regulasi yang tidak pasti tetap menjadi hambatan utama bagi pertumbuhan XRP di pasar AS.