Sinyal Potensi Pemotongan Suku Bunga Dorong Harga Bitcoin dan Kripto Meroket
Finansial
Mata Uang Kripto
22 Agt 2025
224 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Pernyataan Jerome Powell dapat menyebabkan fluktuasi signifikan dalam harga cryptocurrency.
Kekhawatiran inflasi yang masih ada menjadi perhatian utama bagi Federal Reserve.
Pasar menunjukkan harapan tinggi terhadap penurunan suku bunga di masa mendatang.
Harga Bitcoin dan beberapa mata uang kripto lain mengalami kenaikan signifikan setelah Ketua Federal Reserve Jerome Powell memberikan isyarat kemungkinan pemotongan suku bunga dalam pidatonya di Jackson Hole, Wyoming. Dalam waktu singkat setelah pidatonya dimulai, Bitcoin melonjak hampir 2,5% dari Rp 1.87 triliun ($112.000 m) enjadi lebih dari Rp 1.92 juta ($114.700) . Ethereum juga melonjak hampir 7% dari Rp 71.81 miliar ($4.300 m) enjadi Rp 76.82 ribu ($4.600) .
Selain Bitcoin dan Ethereum, beberapa altcoin seperti XRP, Solana, dan Dogecoin juga mengalami lonjakan harga lebih dari 6% dalam waktu kurang dari satu jam. XRP bahkan menembus kembali nilai Rp 50.10 ribu ($3) untuk pertama kalinya sejak Selasa. Namun demikian, sebagian besar altcoin masih minus dalam jangka waktu mingguan, menunjukkan adanya ketidakpastian investor terkait kebijakan Fed.
Jerome Powell menegaskan bahwa bank sentral sedang memantau inflasi yang masih tinggi dan risiko dari perang tarif yang belum sepenuhnya tercermin dalam data ekonomi. Meskipun demikian, Fed tetap siap mengubah kebijakan, termasuk kemungkinan pemotongan suku bunga pada pertemuan bulan September jika situasi ekonomi menuntut.
Presiden Donald Trump sebelumnya telah menekan Powell untuk menurunkan suku bunga karena kekhawatiran perlambatan ekonomi. Hal ini menyebabkan kenaikan ekspektasi pasar terhadap perubahan suku bunga yang kini mencapai 87%, naik dari sekitar 70% pada awal minggu. Pasar tampak menunggu dengan harapan adanya pelonggaran kebijakan moneter.
Para analis berpendapat bahwa pasar kripto sempat turun sebelum pidato Powell karena ketidakpastian arah keputusan Fed. Namun, isyarat Powell yang tidak mengesankan sikap terlalu ketat berhasil mengerek sentimen pasar. Kendati demikian, risiko ekonomi global masih perlu diwaspadai karena potensi dampak jangka panjang dari inflasi dan tarif yang berkelanjutan.
Analisis Ahli
Juan Leon
Mengharapkan Jerome Powell fokus pada inflasi yang lengket dan ketidakpastian tarif, serta menghindari komitmen pemotongan suku bunga yang dapat mengecewakan pasar risiko.