Pasar Crypto Menunggu Keputusan Powell, Bitcoin Rentan Turun ke Rp 1.80 juta ($108.000)
Finansial
Mata Uang Kripto
22 Agt 2025
97 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Pasar cryptocurrency saat ini tidak stabil dan menunggu sinyal dari Jerome Powell.
SBI Holdings berusaha untuk memperkenalkan stablecoin di Jepang, menunjukkan pertumbuhan potensial di pasar tersebut.
Investasi dalam cryptocurrency menunjukkan tanda-tanda ketidakpastian, dengan banyak dana yang menarik investasi menjelang pidato kebijakan moneter.
Pasar cryptocurrency saat ini menunjukkan ketidakpastian yang tinggi menjelang pidato Ketua Federal Reserve Jerome Powell di acara Jackson Hole. Bitcoin tampak melemah di kisaran Rp 1.89 juta ($113.000) setelah gagal menembus resistance penting di Rp 1.92 juta ($115.000) . Penurunan ini juga terjadi di aset digital utama lainnya seperti Ether, XRP, dan Solana. Investor institusional nampak berhati-hati dengan penarikan dana signifikan dari dana Bitcoin dan Ether sebagai bentuk proteksi terhadap risiko kebijakan moneter.
Data dari CoinDesk memperlihatkan bahwa opsi Bitcoin memperkirakan pergerakan harga sekitar 2% menjelang pidato Powell, yang bisa menimbulkan volatilitas menarik namun belum sampai pada level panic sell. Para trader dan investor memusatkan perhatian pada apakah Powell akan memberi sinyal pelonggaran kebijakan atau tetap berhati-hati mempertahankan suku bunga tinggi. Hasil pidato ini berpotensi menentukan apakah pasar crypto akan bernapas lega atau terus mengalami penurunan.
Selain fokus ke pidato Powell, peneliti on-chain menemukan aktivitas wallet insider saat peluncuran token YZY dan LIBRA mencapai keuntungan besar hingga puluhan juta dolar, sementara sebagian besar trader ritel justru merugi. Hal ini sudah menimbulkan kekhawatiran soal praktik tidak adil di peluncuran token celebrity yang diduga dimanfaatkan oleh kelompok elite untuk memperkaya diri lewat akses awal dan perdagangan pre-seed yang menguntungkan.
Di sisi regulasi dan inovasi, kemitraan Ripple dan SBI Holdings terus mendalam dengan tujuan memperkenalkan stablecoin RLUSD di Jepang pada awal 2026. Stablecoin ini dijamin penuh oleh deposito dolar AS dan aset likuid lainnya, serta mendapat audit ketat, sehingga memberikan isyarat kejelasan regulasi dan kepercayaan institusional untuk memasuki pasar Asia yang tengah berkembang pesat.
Secara keseluruhan, pasar crypto berada dalam masa penantian dan penyesuaian strategis sebelum pergerakan besar berikutnya. Aktivitas perdagangan menurun dan open interest pada kontrak berjangka Bitcoin dan Ether menunjukkan campuran sentimen saham, sedangkan pengawasan ketat terhadap insider trading menandakan pentingnya penegakan aturan agar iklim pasar lebih adil dan transparan.
Analisis Ahli
Pulkit Goyal
BTC options memprediksi pergerakan harga sekitar ±2% di sekitar pidato Powell, mencerminkan volatilitas moderat tanpa kepanikan.Tomohiko Kondo
RLUSD akan memperluas pilihan stablecoin di Jepang dan meningkatkan kepercayaan pada keuangan digital berbasis regulasi.