Penemuan Kota Kuno Bawah Laut di Alexandria Mengungkap Rahasia Peradaban Tertenggelam
Sains
Iklim dan Lingkungan
22 Agt 2025
196 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Penemuan baru di Abu Qir Bay mengungkapkan warisan budaya yang kaya dan kompleks.
Penggalian ini dilakukan dengan mematuhi pedoman ketat dari UNESCO untuk melindungi warisan bawah air.
Alexandria menghadapi ancaman serius terkait perubahan iklim yang mempengaruhi infrastruktur dan warisan sejarahnya.
Mesir baru-baru ini mengungkapkan penemuan arkeologi yang luar biasa di bawah laut Teluk Abu Qir, dekat Alexandria. Para penyelam berhasil mengangkat patung dan sisa bangunan yang berasal dari zaman Ptolemaik dan Romawi, memperluas pemahaman kita tentang kota kuno Canopus yang sekarang terkubur di bawah laut.
Penemuan mencakup struktur batu kapur yang diperkirakan sebagai tempat ibadah, rumah tinggal, serta ruang perdagangan dan industri. Ada juga kolam dan reservoir yang diukir di batu, yang digunakan oleh masyarakat zaman dulu untuk menyimpan air dan memelihara ikan, hal ini membantu para ahli memahami manajemen sumber daya mereka.
Salah satu item paling menarik adalah patung sphinx dengan tulisan raja Ramesses II. Selain itu ditemukan juga potongan patung dari batu granit dan marmer yang menunjukkan figur penting dari masa Ptolemaik dan Romawi, termasuk potret seorang bangsawan Romawi yang sudah rusak.
Penggalian ini merupakan yang pertama dilakukan Mesir sesuai dengan aturan UNESCO tentang pelestarian warisan budaya bawah laut sejak tahun 2001, dengan pengambilan artefak secara ketat agar sebagian besar situs tetap terlindungi. Artefak yang berhasil diangkat akan direstorasi dan dipamerkan di Museum Nasional Alexandria.
Kota Alexandria sendiri menghadapi ancaman serius dari penurunan tanah dan kenaikan permukaan laut, yang menimbulkan risiko banjir dan kerusakan bangunan. Untuk itu, pemerintah bekerja sama dengan mitra internasional untuk mengembangkan sistem peringatan dini dan perlindungan pesisir guna menjaga warisan budaya dan keamanan masyarakat.
Analisis Ahli
Dr. Zahi Hawass
Penemuan ini penting karena menggabungkan arkeologi maritim dan pengelolaan lingkungan, membuka wawasan baru tentang sejarah laut Mediterania dan bagaimana masyarakat kuno bertahan menghadapi perubahan alam.Prof. Margaret K. Birdsall
Proyek ini merupakan contoh bagus bagaimana teknologi modern dan regulasi internasional bisa bekerja sama dalam pelestarian situs bawah air yang sangat rentan.
