Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

WeRide dan Bosch Hadirkan Sistem ADAS Satu Tahap untuk Kendaraan Pintar

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (7mo ago) artificial-intelligence (7mo ago)
22 Agt 2025
105 dibaca
2 menit
WeRide dan Bosch Hadirkan Sistem ADAS Satu Tahap untuk Kendaraan Pintar

Rangkuman 15 Detik

WeRide telah meluncurkan sistem ADAS baru yang inovatif.
Sistem WePilot AiDrive memiliki kemampuan untuk menangani skenario berkendara yang kompleks.
Grab berinvestasi di WeRide untuk mempercepat penyebaran robotaxi otonom di Asia Tenggara.
WeRide, perusahaan teknologi mengemudi otonom, telah meluncurkan sistem bantuan pengemudi canggih bernama WePilot AiDrive yang dikembangkan bersama Bosch. Sistem ini menggunakan arsitektur satu tahap yang menggabungkan pemrosesan sensor dan pengambilan keputusan agar kendaraan bisa bereaksi lebih cepat. Sistem WePilot AiDrive dapat menghadapi berbagai skenario kompleks di jalan termasuk lalu lintas padat, pengerjaan jalan tak terduga, serta manuver sulit seperti belokan tidak terlindungi dan interaksi di kawasan perkotaan yang ramai. Ini membuat kendaraan dapat meniru kemampuan pengemudi berpengalaman. Keunggulan lain dari sistem ini adalah fleksibilitasnya dalam bekerja dengan berbagai jenis konfigurasi sensor, dari penggunaan hanya kamera hingga penggabungan beberapa sensor berbeda. Ini memudahkan pengembang untuk mengintegrasikan sistem di berbagai model kendaraan yang berbeda. Investasi dari Grab, superapp terbesar di Asia Tenggara, mendukung rencana penyebaran robotaksi Level 4 di wilayah tersebut. Selain itu, WeRide mendapat izin melakukan uji coba robotaksi di malam hari di Zona Demonstrasi Mengemudi Otonom Tingkat Tinggi di Beijing. Dengan middleware yang memisahkan algoritma dari perangkat keras dan software dasar, serta model distilasi untuk skala daya yang berbeda, sistem ini mempercepat proses produksi massal dan integrasi kendaraan pintar di masa depan secara lebih efisien.

Analisis Ahli

Dr. Andi Suprianto (Ahli Kendaraan Otonom)
Pendekatan end-to-end satu tahap memang menjanjikan karena mengurangi latensi dalam pengolahan data, tapi perlu diwaspadai risiko overfitting dan kesulitan debugging yang bisa terjadi pada sistem yang terintegrasi secara mendalam.