Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Saham China Melonjak setelah Isu Penggunaan Stablecoin Yuan Mencuat

Finansial
Investasi dan Pasar Modal
YahooFinance YahooFinance
21 Agt 2025
142 dibaca
2 menit
Saham China Melonjak setelah Isu Penggunaan Stablecoin Yuan Mencuat

Rangkuman 15 Detik

Saham di Tiongkok meningkat karena sinyal positif dari pemerintah mengenai stablecoin.
Partisipasi investor ritel yang tinggi berkontribusi pada lonjakan volume perdagangan di pasar saham.
Indeks saham utama seperti Shanghai Composite dan CSI300 menunjukkan performa yang kuat, mencerminkan kepercayaan pasar.
Indeks saham Shanghai Composite di Cina berhasil ditutup pada level tertinggi sejak Agustus 2015, didorong oleh kenaikan signifikan dalam saham fintech dan konsep stablecoin. Bursa saham ini menunjukkan sentimen positif meskipun kenaikannya relatif kecil sebesar 0,13%. CSI300, indeks saham blue-chip utama di China, mengalami kenaikan 0,39% dengan beberapa perusahaan teknologi tampil gemilang, termasuk Brilliance Technology Co yang naik 12,59% dan Tansun Technology Co dengan kenaikan 4,75%. Hal ini menggambarkan fokus pasar pada sektor teknologi dan finansial. Reuters melaporkan bahwa pemerintah China sedang mempertimbangkan untuk memungkinkan penggunaan stablecoin yang didukung oleh yuan. Jika rencana ini disetujui, itu akan menjadi langkah besar mengubah larangan kripto yang sudah berlaku sejak 2021 dan mendukung perluasan penggunaan mata uang digital China. Selain itu, pelonggaran ketegangan perdagangan internasional, perbaikan kondisi likuiditas, dan peningkatan partisipasi investor terutama dari kalangan ritel menjadi faktor pendukung utama kenaikan pasar saham Cina dalam beberapa waktu terakhir. Sementara itu, indeks saham di Hong Kong justru mengalami penurunan kecil, dan pasar saham Asia lainnya juga menunjukkan mixed performance, dengan Nikkei Jepang turun 0,65%. Peristiwa ini menunjukkan kondisi pasar regional yang beragam meskipun fokus utama tertuju pada pasar saham China.

Analisis Ahli

James Wang
Peningkatan partisipasi ritel dan volume perdagangan menunjukkan potensi penguatan pasar saham A-share yang bisa mendorong kinerja saham lebih jauh.