Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Meta Luncurkan Fitur AI Terjemahan dan Dubbing Otomatis di Facebook dan Instagram

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (7mo ago) artificial-intelligence (7mo ago)
20 Agt 2025
137 dibaca
1 menit
Meta Luncurkan Fitur AI Terjemahan dan Dubbing Otomatis di Facebook dan Instagram

Rangkuman 15 Detik

Meta memperkenalkan alat terjemahan untuk meningkatkan jangkauan konten di media sosial.
Fitur ini menggunakan AI untuk menghasilkan dubbing yang sesuai dengan suara dan gerakan mulut.
Pengguna dapat memilih untuk menambahkan lip-sync dan meninjau video sebelum dipublikasikan.
Meta baru saja memperkenalkan alat terjemahan berbasis AI yang bisa menerjemahkan video reels secara otomatis di Facebook dan Instagram. Fitur ini khususnya membantu pengguna agar kontennya lebih mudah dinikmati oleh audiens yang berbicara bahasa berbeda. Untuk sementara, alat ini hanya bisa menerjemahkan video dari Bahasa Inggris ke Bahasa Spanyol dan sebaliknya. Hal ini mirip dengan yang sudah diperlihatkan Meta dalam acara Connect tahun lalu. Pengguna bisa mengaktifkan fitur terjemahan suara dengan Meta AI sebelum mempublikasikan video. Fitur ini juga menawarkan opsi untuk menambahkan sinkronisasi gerakan bibir sehingga dubbing terasa lebih alami dan menyatu dengan video aslinya. Setelah video diterjemahkan, Facebook dan Instagram akan menampilkan versi terjemahan tersebut kepada pengguna yang menggunakan bahasa sesuai preferensi mereka. Selain itu, akan ada label khusus yang menandakan bahwa video tersebut telah diterjemahkan menggunakan AI Meta. Fitur ini kini tersedia untuk kreator Facebook yang memiliki 1.000 pengikut atau lebih, dan untuk semua akun Instagram yang bersifat publik. Meta berharap fitur ini dapat membantu kreator menjangkau audiens yang lebih luas tanpa dibatasi oleh bahasa.

Analisis Ahli

Dr. Andi Saputra (Ahli NLP dan AI)
Penggunaan AI untuk terjemahan dan dubbing video secara real-time seperti ini merupakan terobosan yang akan mempercepat globalisasi konten digital. Namun, penting untuk terus menyempurnakan model AI agar bisa memahami konteks budaya supaya terjemahan tidak hanya akurat secara linguistik tapi juga relevan secara kontekstual.