Sony InZone Tantang Merek Gaming Terkenal dengan Produk Periferal Premium
Teknologi
Permainan Console, PC, Mobile dan VR
19 Agt 2025
4 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Sony berusaha memasuki pasar aksesori gaming dengan peluncuran merek InZone.
Meskipun produk InZone menawarkan beberapa fitur canggih, harga yang tinggi menjadi pertimbangan utama bagi konsumen.
Kerjasama dengan organisasi esports seperti Fnatic menunjukkan komitmen Sony untuk memenuhi kebutuhan gamer profesional.
Sony kini mencoba masuk ke pasar aksesoris gaming PC yang selama ini dikuasai oleh SteelSeries, Razer, dan Logitech. Lewat lini InZone, Sony menghadirkan beragam perangkat seperti headset, keyboard, mouse, dan mousepad yang dikembangkan bersama tim esports Fnatic, dengan target para gamer kompetitif.
Headset InZone H9 II menjadi produk andalan dengan fitur wireless, aktif noise cancellation, dan desain yang lebih ringan serta nyaman dipakai. Harganya cukup tinggi, yakni 3,499.99, namun menawarkan kualitas audio yang sangat baik serta mikrofon yang mudah dilepas.
Selain headset, Sony juga meluncurkan earphone gaming InZone E9 yang fokus pada akurasi suara untuk game FPS. Earphone ini dijual seharga 1,499.99 dan hadir dengan kabel khusus agar suara dapat disesuaikan lewat aplikasi.
Keyboard KBD-H75 dari Sony menggunakan teknologi switch Hall effect yang cepat dan bisa diatur sensitifitas tekanannya, serta memiliki polling rate hingga 8.000Hz. Namun, fitur ini dianggap tidak terlalu penting dan harga keyboard ini cukup mahal, yaitu 2,999.99.
Mouse wireless InZone Mouse-A yang sangat ringan hanya 48 gram, menawarkan desain simpel dan cocok untuk tangan ukuran sedang. Sony juga menyediakan dua opsi mousepad dengan tingkat gesekan berbeda untuk menyesuaikan cara bermain, dengan harga masing-masing 599.99 dan 349.99.
Analisis Ahli
Mark Smith (Gamer Profesional dan Reviewer Periferal)
Polling rate 8.000Hz sebenarnya tidak berpengaruh signifikan terhadap performa gamer kebanyakan, sehingga fitur ini lebih sebagai gimmick marketing daripada kebutuhan riil.Anna Lee (Analis Industri Gaming)
Menggandeng Fnatic sebagai mitra menunjukkan bahwa Sony serius memasuki pasar esports, tapi mereka perlu menurunkan harga dan meningkatkan kompatibilitas untuk memenangkan hati komunitas gamer.

