Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Penurunan Harga Dogecoin: Akumulasi Institusional vs Tekanan Makroekonomi

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (7mo ago) cryptocurrency (7mo ago)
19 Agt 2025
154 dibaca
2 menit
Penurunan Harga Dogecoin: Akumulasi Institusional vs Tekanan Makroekonomi

Rangkuman 15 Detik

Dogecoin mengalami penurunan harga meskipun ada akumulasi institusional.
Dukungan di level $0.22 menjadi kritis untuk kelangsungan harga Dogecoin.
Kondisi pasar yang lemah dan likuidasi besar menunjukkan kerentanan di pasar kripto secara keseluruhan.
Dogecoin mengalami penurunan harga sebesar 4% dari Rp 3.84 juta ($0,23 k) e Rp 367.40 ribu ($0,22) dalam periode 24 jam terakhir per tanggal 19 Agustus. Penurunan ini terjadi bersamaan dengan lonjakan volume perdagangan yang mencapai 782 juta DOGE, hampir dua kali lipat dari rata-rata volume harian biasanya. Lonjakan ini terjadi dalam rentang waktu singkat satu jam di pagi hari. Penurunan harga dan volume perdagangan yang besar disebabkan oleh aksi jual besar di pasar kripto secara luas yang terpicu oleh data inflasi Amerika Serikat yang lebih tinggi dari perkiraan. Data inflasi ini membuat pasar meragukan kemungkinan pemangkasan suku bunga oleh Federal Reserve dalam waktu dekat, sehingga memberikan tekanan turun pada aset risiko termasuk cryptocurrency. Meskipun terjadi penurunan harga, ada bukti akumulasi institusional yang signifikan dengan pembelian 2 miliar DOGE senilai sekitar Rp 8.35 triliun ($500 juta) selama minggu ini. Total kepemilikan yang dilaporkan oleh investor institusional kini mencapai 27,6 miliar DOGE, menunjukkan adanya minat beli jangka panjang dari smart money walau pasar sedang tertekan. Harga Dogecoin saat ini sangat terpaku di rentang antara Rp 367.40 ribu ($0,22) sebagai support krusial dan Rp 384.10 ribu ($0,23) sebagai resistance utama dimana banyak penjualan dan pengambilan keuntungan terjadi. Penembusan di atas Rp 384.10 ribu ($0,23) bisa menandai pembalikan tren jangka pendek, sementara kegagalan bertahan di Rp 367.40 ribu ($0,22) dapat memicu penurunan lebih dalam menuju level Rp 350.70 ribu ($0,21) . Secara teknis, indikator RSI mulai mendekati area oversold walaupun momentum masih negatif, mencerminkan kondisi pasar yang ragu-ragu dan rentan aksi jual lanjutan. Kondisi makroekonomi global seperti lemahnya pasar saham dan data ekonomi yang mengecewakan masih menjadi faktor utama yang membayangi pergerakan Dogecoin dan pasar kripto secara keseluruhan.

Analisis Ahli

Raoul Pal
Volatilitas tinggi di market kripto saat ini merefleksikan kondisi makro yang belum stabil, dan posisi institusional bisa jadi hanya mencari titik terendah sebelum menambah posisi.
Cathy Wood
Akumulasi institusional Dogecoin adalah tanda optimisme jangka panjang, meski sementara waktu harga mungkin koreksi dalam menghadapi faktor makro.