Terapi Sel Saraf Rekayasa Turunkan Depresi dan Tingkatkan Kebahagiaan
Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
18 Agt 2025
188 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Terapi sel yang ditargetkan dapat menjadi solusi baru untuk mengatasi gangguan mood.
Penelitian ini menunjukkan potensi besar dalam menggunakan sel punca untuk merestorasi sirkuit saraf yang berfungsi buruk.
Depresi, terutama bentuk yang tahan terhadap pengobatan, dapat mendapatkan manfaat dari inovasi ini.
Para ilmuwan di Tiongkok berhasil menemukan cara untuk mengubah sel punca manusia menjadi sel-sel otak yang memproduksi dopamin, neurotransmitter penting dalam mengatur suasana hati dan rasa senang.
Sel saraf yang telah direkayasa tersebut kemudian ditransplantasikan ke tikus yang dijadikan model untuk penelitian depresi, yang menunjukkan gejala seperti kecemasan dan keputusasaan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tikus yang menerima transplantasi sel saraf ini mengalami penurunan gejala depresi dan meningkatnya kemampuan untuk merasakan kesenangan, menandakan adanya perbaikan fungsi otak terkait mood.
Penelitian ini menawarkan bukti awal yang kuat bahwa terapi sel dapat digunakan untuk merekonstruksi sirkuit neural yang rusak di otak pasien dengan gangguan psikiatri seperti depresi, terutama jenis yang sulit diobati.
Jika berhasil dikembangkan lebih lanjut, metode ini bisa menjadi harapan baru bagi jutaan orang di seluruh dunia yang menderita depresi berat dan mengalami kehilangan kemampuan menikmati aktivitas hidup sehari-hari.
Analisis Ahli
Dr. James H. Fallon, neuroscientist
Penelitian ini adalah lompatan signifikan dalam penggunaan terapi sel untuk gangguan mood, karena secara langsung menargetkan salah satu neurotransmitter utama, dopamin.Prof. Helen S. Mayberg, ahli psikiatri dan neurolog
Strategi memperbaiki sirkuit otak secara spesifik bisa menjadi terobosan dalam mengatasi depresi yang tidak merespon pengobatan konvensional.
