Profitabilitas Penambangan Bitcoin Naik Seiring Harga dan Hashrate Meningkat
Finansial
Mata Uang Kripto
18 Agt 2025
248 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Profitabilitas penambangan Bitcoin meningkat seiring dengan kenaikan harga cryptocurrency.
Perusahaan penambangan AS mencatatkan peningkatan produksi Bitcoin dibandingkan bulan sebelumnya.
Hashrate yang meningkat menunjukkan kompetisi yang semakin ketat dalam industri penambangan Bitcoin.
Profitabilitas penambangan Bitcoin mengalami peningkatan sebesar 2% pada bulan Juli karena harga Bitcoin naik sebanyak 7%. Kenaikan ini terjadi bersamaan dengan lonjakan hashrate jaringan Bitcoin sebesar 5%, yang menunjukkan persaingan yang semakin ketat di antara para penambang.
Hashrate adalah total daya komputasi gabungan yang digunakan untuk menambang dan memproses transaksi pada jaringan blockchain. Kenaikan hashrate biasanya berbanding lurus dengan meningkatnya kesulitan menambang yang dihadapi oleh para penambang.
Perusahaan-perusahaan penambangan yang terdaftar di AS berhasil menambang 3.622 Bitcoin pada Juli, meningkat dari 3.379 Bitcoin pada bulan sebelumnya. Perusahaan-perusahaan ini juga meningkatkan pangsa mereka di jaringan menjadi 26%, naik dari 25% di bulan Juni.
IREN menambang jumlah Bitcoin terbanyak, yaitu 728 BTC, diikuti oleh MARA Holdings dengan 703 BTC. MARA juga memiliki hashrate terbesar di antara perusahaan-perusahaan penambangan AS dengan 58,9 EH/s, sementara CleanSpark berada di posisi kedua dengan 50 EH/s.
Pendapatan yang diperoleh per exahash/second juga meningkat. Misalnya, sebuah armada penambang dengan kapasitas satu EH/s dapat menghasilkan sekitar Rp 951.90 ribu ($57.000) per hari selama bulan Juli, naik dari sekitar Rp 935.20 ribu ($56.000) di bulan Juni dan Rp 835.00 ribu ($50.000) setahun sebelumnya.
Analisis Ahli
Jonathan Petersen
Momentum harga BTC yang positif sangat menguntungkan bagi bisnis aset digital Galaxy, meskipun para penambang harus bersaing dengan hashrate yang terus naik.