Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Antrean Unstaking Ethereum Meningkat Drastis karena Risiko DeFi dan ETF Baru

Finansial
Mata Uang Kripto
cryptocurrency (7mo ago) cryptocurrency (7mo ago)
16 Agt 2025
147 dibaca
2 menit
Antrean Unstaking Ethereum Meningkat Drastis karena Risiko DeFi dan ETF Baru

Rangkuman 15 Detik

Antrean keluar validator Ethereum meningkat tajam, menyebabkan waktu tunggu yang lebih lama untuk unstaking.
Penarikan besar-besaran dipicu oleh strategi staking yang tidak lagi menguntungkan dan kekhawatiran akan likuidasi.
Klarifikasi SEC dapat berpotensi menarik lebih banyak investor institusional ke dalam ekosistem Ethereum.
Sejak Ethereum pindah ke sistem proof-of-stake pada 2022, biasanya waktu untuk menarik Ether yang di-stake sangat singkat. Namun, mulai pertengahan Juni 2024, waktu tunggu ini meningkat drastis hingga lebih dari 15 hari, karena antrean keluar Ether mencapai nilai 3,8 miliar dolar. Hal ini terutama disebabkan oleh aktivitas dari platform liquid staking seperti Lido, Ether.Fi, dan Coinbase, yang mencatat penarikan Ether dalam jumlah besar dalam beberapa bulan terakhir. Jumlah ini mewakili sebagian besar pengeluaran dari antrean validator. Di sisi lain, strategi DeFi yang melibatkan staking Ether lalu meminjam dengan jaminan token staking cair seperti stETH mulai goyah. Kenaikan suku bunga pinjaman di platform Aave di atas 10% sejak Juli membuat strategi ini tidak lagi menguntungkan, sehingga pelaku strategi ini mulai menarik dana mereka secara besar-besaran. Selain itu, peraturan baru dari SEC yang memastikan token liquid staking bukanlah sekuritas membuka kemungkinan produk investasi baru seperti ETF staking Ethereum, yang juga menjadi alasan beberapa pihak memilih untuk menarik dana mereka saat ini. Harga Ethereum yang naik drastis hingga menembus 4.500 dolar juga memicu sejumlah investor awal untuk mengambil keuntungan dengan mengeluarkan sebagian Ether mereka dari staking, yang turut memperbesar antrean penarikan.

Analisis Ahli

Ignas
Penyebab utama massa unstaking adalah unwinding leveraged staking loops akibat lonjakan suku bunga pinjaman yang menyebabkan ketidakpastian dan risiko likuidasi posisi.