Palantir Cetak Pendapatan Miliaran, Saham Bisa TembRp 3.34 juta (us $200) ?
Teknologi
Kecerdasan Buatan
16 Agt 2025
188 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Palantir Technologies mencatatkan pendapatan yang kuat dan mencapai tonggak sejarah dalam pendapatan kuartalan.
Valuasi saham Palantir menjadi perhatian utama, dengan rasio tinggi yang menunjukkan risiko jika pertumbuhan melambat.
Strategi pertumbuhan yang berfokus pada sektor komersial dan pemerintah menunjukkan potensi yang besar untuk masa depan perusahaan.
Palantir Technologies, perusahaan yang awalnya fokus pada intelijen pemerintah, kini menjadi pemain utama dalam revolusi kecerdasan buatan (AI). Pada kuartal kedua tahun 2025, Palantir berhasil melewati tonggak sejarah dengan meraih pendapatan lebih dari Rp 16.70 triliun ($1 miliar) , menandakan pertumbuhan pesat dan ekspansi bisnis yang signifikan, terutama di sektor komersial Amerika Serikat.
Pendapatan komersial Palantir di AS naik 93% dibandingkan tahun sebelumnya dan kini menyumbang sekitar 30% dari total pendapatan perusahaan. Selain itu, perusahaan ini berhasil menutup ratusan kontrak baru dengan nilai besar yang menunjukkan kepercayaan pasar yang kuat terhadap teknologi dan solusi data yang mereka tawarkan.
Saham Palantir meroket pasca laporan keuangan yang sangat baik, melonjak hingga lebih dari Rp 3.01 juta ($180) dan menyentuh harga tertinggi di sekitar Rp 3.17 juta ($190) . Namun, valuasinya menjadi perhatian karena berada pada angka yang sangat tinggi, dengan rasio harga terhadap pendapatan yang sangat mahal dibanding rata-rata perusahaan teknologi besar lain.
Para analis Wall Street memberikan penilaian yang beragam, meski beberapa memperkirakan saham ini dapat terus naik hingga Rp 3.34 juta ($200) jika Palantir mampu mempertahankan performa kuatnya dan memperluas pangsa pasar, terutama dalam sektor pertahanan dan penjualan komersial. Perusahaan juga memiliki dana tunai besar yang bisa digunakan untuk memperkuat posisi AI-nya.
Meskipun potensi pertumbuhan sangat besar, Palantir harus menghadapi risiko jika pertumbuhan melambat karena sangat bergantung pada kontrak pemerintah dan ekspektasi pasar yang tinggi. Investor dan pengamat pasar diminta berhati-hati namun optimis dengan perkembangan perusahaan ini.
Analisis Ahli
Dan Ives
Palantir berada di jalur emas untuk menjadi 'Oracle' baru di era AI berkat permintaan produk yang meledak dan jalur jangka panjang di sektor enterprise.