Match Group Jalankan Strategi Pemulihan, Saham Makin Menanjak
Finansial
Investasi dan Pasar Modal
15 Agt 2025
112 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Match Group sedang dalam proses pemulihan untuk meningkatkan kinerjanya.
Tinder mengalami penurunan jumlah pengguna yang membayar, meskipun pendapatan per pengguna meningkat.
Analis Wall Street optimis tentang proyeksi pendapatan dan pertumbuhan laba perusahaan di masa depan.
Match Group, perusahaan yang mengoperasikan Tinder dan aplikasi kencan populer lainnya, menghadapi tantangan karena penurunan pengguna berbayar di Tinder. Penurunan ini menghambat pertumbuhan dan membuat perusahaan perlu memperbaiki strategi bisnisnya.
Perusahaan melaporkan hasil kuartal dua yang lebih baik dari ekspektasi dengan pendapatan sebesar Rp 14.43 triliun ($864 juta) , sedikit lebih tinggi dari prediksi analis. Namun, jumlah pengguna berbayar masih turun 5%.
Untuk menghadapi situasi ini, Match Group meluncurkan strategi tiga fase: Reset, Revitalize, dan Resurgence. Saat ini, mereka berada di fase Revitalize yang berfokus pada mempercepat inovasi produk di Tinder dan Hinge.
Para analis optimis dengan prospek perusahaan, memperkirakan pendapatan dan laba per saham akan meningkat signifikan dalam beberapa kuartal ke depan. Hal ini juga mendorong kenaikan harga saham Match Group setelah laporan kuartal dua.
Meskipun ada tanda-tanda pemulihan, perusahaan masih harus bekerja keras untuk menarik kembali pengguna muda terutama Gen Z dan memanfaatkan teknologi AI untuk mempertahankan posisi di pasar aplikasi kencan digital yang kompetitif.
Analisis Ahli
JPMorgan
Optimis terhadap kemajuan awal strategi turnaround Match Group meski mempertahankan peringkat 'Neutral'.Evercore ISI
Menaikkan target harga karena melihat perbaikan metrik dan kondisi keuangan yang solid, meskipun masih mempertahankan rating 'In Line'.