Terobosan Baru Susun 2.000 Atom untuk Komputer Kuantum Lebih Canggih
Sains
Fisika dan Kimia
13 Agt 2025
257 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Tim Pan Jianwei berhasil mengembangkan setup yang dapat mengatur lebih banyak atom rubidium untuk komputer kuantum.
Kemajuan ini membuka harapan untuk mengembangkan komputer kuantum dengan skala yang lebih besar di masa depan.
Sistem kecerdasan buatan yang digunakan menunjukkan potensi besar dalam pengaturan atom untuk aplikasi kuantum.
Para ilmuwan dari University of Science and Technology of China berhasil menciptakan sistem yang mampu mengatur lebih dari 2.000 atom rubidium sebagai unit dasar komputer kuantum yang disebut qubit. Ini merupakan lompatan besar dari sistem sebelumnya yang hanya bisa mengatur beberapa ratus atom.
Penemuan ini didukung oleh penggunaan kecerdasan buatan yang membuat atom-atom tersebut dapat disusun dalam pola yang sangat presisi hanya dalam waktu 0,06 detik. Kecepatan dan ketepatan ini membuka peluang pengembangan komputer kuantum yang jauh lebih besar dan efisien.
Atom-atom netral seperti rubidium dipilih karena lebih stabil dan mudah dikendalikan dalam jumlah besar dibandingkan dengan metode lain seperti menggunakan sirkuit superkonduktor atau ion terperangkap.
Para peninjau dari jurnal Physical Review Letters menganggap temuan ini sebagai loncatan penting untuk efisiensi komputasi dan pengembangan teknis dalam fisika kuantum yang mengandalkan atom.
Dengan kemampuan baru ini, di masa depan kita mungkin akan melihat komputer kuantum dengan skala ribuan hingga puluhan ribu qubit yang dapat melakukan perhitungan jauh lebih cepat dan akurat untuk berbagai aplikasi teknologi dan ilmiah.
Analisis Ahli
John Preskill
Pencapaian ini merupakan lompatan besar dalam skala pengaturan qubit atom yang dapat mempercepat kemajuan komputasi kuantum menjadi lebih praktis dan dapat diandalkan.Seth Lloyd
Integrasi AI untuk pengaturan atom menandai pendekatan inovatif yang bisa menjadi kunci dalam menghadapi tantangan kendali dan koordinasi di sistem kuantum besar.


