China Membangun Turbin 30MW 100% Hidrogen Terintegrasi Energi Terbarukan
Sains
Iklim dan Lingkungan
12 Agt 2025
23 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Proyek turbin hidrogen di Ordos adalah yang pertama di dunia yang beroperasi sepenuhnya dengan hidrogen dan terintegrasi dengan energi terbarukan.
Proyek ini berpotensi menjadi model bagi integrasi energi hidrogen di jaringan berbasis energi terbarukan lainnya.
China berkomitmen untuk menjadi pemimpin dalam energi bersih dan telah membuat kemajuan signifikan dalam kapasitas energi terbarukan.
China sedang membangun proyek turbin pembangkit listrik 30MW yang menggunakan 100% hidrogen sebagai bahan bakar, sebuah langkah revolusioner dalam teknologi energi terbarukan. Turbin ini akan diintegrasikan langsung dengan sistem energi berupa angin, surya, serta penyimpanan hidrogen yang terletak di daerah Ordos. Tujuan utama adalah untuk memvalidasi penggunaan hidrogen sebagai sumber energi bersih dan stabil di skala besar.
Proyek ini melibatkan gabungan kapasitas energi angin sebesar 500MW, panel surya off-grid 5MW, serta elektroliser berkapasitas 240MW yang mampu menghasilkan sekitar 4,3 ton hidrogen per jam. Selain itu, terdapat fasilitas penyimpanan hidrogen dengan 12 tangki bulat besar dan produksi amonia hijau sebanyak 150.000 ton per tahun yang menjadi bagian dari siklus energi tertutup.
Sistem tertutup ini dinamakan "elektrisitas–hidrogen–elektrisitas," dimana listrik dari sumber terbarukan diubah menjadi hidrogen dan selanjutnya digunakan lagi untuk pembangkitan listrik laut musim surya dan angin tidak tersedia maksimal. Ini membantu mengatasi tantangan fluktuasi pasokan energi terbarukan dan meningkatkan kestabilan jaringan listrik.
Meski beberapa kritik menyatakan proses ini mengandung kerugian energi karena elektrolisis, penyimpanan, dan pembakaran, China tetap memandang proyek ini sebagai bagian strategis untuk menempatkan dirinya sebagai pemimpin global dalam ekosistem energi hidrogen hijau. Pencapaian ini juga sejalan dengan strategi nasional untuk mengurangi emisi karbon secara signifikan pada tahun 2030 dan netral karbon di tahun 2060.
Dengan keberhasilan proyek ini, Inner Mongolia berpotensi menjadi pusat demonstrasi energi hidrogen nasional serta menjadi model bagi berbagai negara di dunia yang ingin menggabungkan energi hidrogen ke dalam sistem listrik yang didominasi sumber terbarukan. Proyek ini juga menunjukkan kontribusi besar China dalam menambah kapasitas energi terbarukan yang sangat besar dalam waktu singkat.
Analisis Ahli
Dr. John A. Turner
Proyek ini mencerminkan kemajuan signifikan dalam teknologi energi hidrogen yang berpotensi mengubah cara kita menyimpan dan mengelola energi terbarukan secara berkelanjutan.Prof. Sarah Johnson
Integrasi berbagai sumber energi terbarukan dengan sistem penyimpanan hidrogen dan amonia hijau merupakan pendekatan inovatif yang dapat mengurangi ketergantungan energi fosil dan memperkuat kestabilan sistem kelistrikan.
