Waspada Vishing, Kenali Tanda Penipuan Suara yang Bisa Bajak Data Anda
Teknologi
Keamanan Siber
11 Agt 2025
210 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Waspadai telepon yang meminta informasi pribadi.
Penipu sering mengaku dari instansi resmi untuk menakut-nakuti korban.
Segera tutup telepon dan hubungi perusahaan resmi jika merasa terancam.
Vishing adalah salah satu bentuk penipuan yang menggabungkan teknik berbicara lewat telepon dan phishing untuk mencuri data pribadi korban. Pelaku menghubungi korban dengan mengaku sebagai pihak resmi atau perusahaan besar untuk memperoleh kepercayaan.
Tanda utama dari penipuan vishing adalah ketika pelaku mengintimidasi atau menakut-nakuti korban, misalnya dengan mengaku menagih utang yang belum dibayar dan mengancam akan ada denda atau penjara jika tidak mematuhi. Korban sebaiknya langsung menutup telepon dan menghubungi perusahaan resmi.
Penipu juga sering menawarkan hadiah atau kesepakatan tertentu, padahal korban tidak pernah mengikuti undian atau program seperti itu. Selain itu, pelaku tidak akan tahu identitas korban secara spesifik dan hanya menggunakan sapaan umum.
Salah satu trik lain adalah menyebut perangkat korban terinfeksi malware dan meminta untuk menginstal software akses jarak jauh seperti AnyDesk atau TeamViewer. Ini berbahaya karena bisa memberikan akses penuh kepada penipu untuk membajak perangkat.
Ada juga tanda berupa jeda saat telepon dijawab, yang mengindikasikan penggunaan teknologi panggilan otomatis. Masyarakat harus selalu berhati-hati dan tidak memberikan informasi pribadi apapun melalui telepon yang mencurigakan.
Analisis Ahli
Ahmad Fauzi, Pakar Keamanan Siber
Vishing adalah salah satu ancaman serius yang memanfaatkan kepercayaan dan ketidaktahuan korban, sehingga edukasi serta penggunaan teknologi keamanan yang tepat sangat penting untuk mitigasi risiko.Siti Nurhayati, Konsultan Keamanan Data
Penggunaan software akses jarak jauh oleh penipu harus diwaspadai karena bisa membuka celah untuk pencurian data dan akses ilegal ke perangkat korban.

