Waspada! Ini Cara Aman Menghadapi Uang Transfer Nyasar Agar Tak Terjerat Hukum
Finansial
Perbankan dan Layanan Keuangan
09 Agt 2025
74 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Selalu verifikasi asal uang yang diterima sebelum menggunakannya.
Jangan mengembalikan uang yang salah transfer secara langsung tanpa melalui bank.
Segera laporkan ke pihak berwenang jika ada indikasi penipuan terkait transfer nyasar.
Pernahkah kamu menerima uang tiba-tiba masuk ke rekening dan tidak tahu dari siapa? Jangan langsung senang dulu karena ini bisa menjadi bahaya. Transfer nyasar ini sering digunakan sebagai trik penipuan, terutama oleh pelaku pinjaman online ilegal yang memakai data pribadimu untuk meminjam uang.
Jika pinjaman itu dicairkan ke rekening kamu, penipu bisa menghubungimu mengaku salah transfer dan meminta kamu mengembalikan uang tersebut. Padahal, uang itu sebenarnya hasil pinjaman yang tidak akan dibayar oleh penipu, sehingga kamu bisa terjerat kewajiban membayar hutang itu.
Selain itu, menggunakan uang yang bukan milikmu bisa berujung pada masalah hukum karena diatur dalam UU Nomor 3 Tahun 2011 tentang Transfer Dana. Orang yang menguasai dana bukan haknya bisa dikenai hukuman penjara hingga 5 tahun atau denda sampai Rp 5 miliar, dan harus mengembalikan uang tersebut.
Jika kamu menerima transfer nyasar, lakukan hal-hal berikut: cek pengirimnya, hubungi bank untuk lapor, jangan mengembalikan uang langsung ke nomor lain karena bisa jadi penipu, siapkan bukti dan identitas, biarkan bank yang menghubungi pemilik uang, dan lapor polisi jika ada indikasi penipuan.
Satgas Waspada Investasi juga meminta masyarakat untuk waspada dan melaporkan ke polisi bila curiga ada penipuan pinjol ilegal agar tidak terjebak masalah hukum. Jadi, jangan tergiur dengan uang yang bukan milikmu dan selalu ikuti langkah aman untuk melindungi diri.
Analisis Ahli
Tongam Lumban Tobing
Mengingat banyaknya kasus pinjol ilegal, saya mengimbau masyarakat untuk segera melapor ke polisi jika menerima transfer yang diduga berasal dari penipuan agar tidak menjadi korban lebih lanjut.

