AI summary
Instagram menambahkan fitur repost untuk meningkatkan interaksi pengguna. Fitur peta lokasi baru di Instagram terinspirasi dari Snap Map Snapchat. Pengguna kini memiliki lebih banyak kontrol atas interaksi mereka di platform. Instagram kini mengizinkan pengguna untuk me-repost video Reels dan postingan grid dari akun lain. Konten yang di-repost akan muncul dalam tab khusus di profil pengguna dan akan tampil di feed followers, mirip seperti cara kerja TikTok. Sebelumnya, cara terbaik membagikan konten orang lain hanya bisa dilakukan lewat Story Instagram.Selain fitur repost, Instagram juga menghadirkan peta lokasi opsional yang bisa diakses lewat pesan pribadi. Peta ini menunjukkan lokasi aktif terakhir dari teman-teman yang memilih untuk berbagi lokasinya. Fitur ini juga memuat konten dari tempat-tempat populer, seperti festival musik, sehingga memberi pengalaman sosial yang berbeda, terinspirasi dari Snapchat Map.Instagram juga memperbarui fitur tab aktivitas tentang Reels yang menunjukkan interaksi teman. Fitur ini sebelumnya dianggap kontroversial karena tidak semua pengguna ingin interaksi mereka ditampilkan publik. Sekarang pengguna bisa menyembunyikan likes dan repost mereka, serta menonaktifkan notifikasi interaksi dari orang yang tidak diminati.Perubahan-perubahan ini menjadi respons terhadap keluhan pengguna lama yang merasa Instagram terlalu fokus ke video pendek dan algoritma rekomendasi sehingga postingan foto dari akun yang diikuti sulit terlihat. Banyak kreator merasa sulit menjangkau followers mereka karena platform sudah bergeser jauh dari tujuan awalnya sebagai tempat berbagi foto.Meskipun fitur baru seperti peta lokasi mungkin menarik segmen pengguna tertentu, Instagram harus berhati-hati agar tidak kehilangan pengguna lama yang menginginkan pengalaman lebih personal dan sederhana. Perubahan ini menandakan bagaimana Instagram terus beradaptasi dengan tren sosial media, meskipun tidak selalu sesuai dengan keinginan semua penggunanya.
Instagram tampaknya kehilangan arah dari tujuan awalnya dengan terus menambah fitur yang rumit dan mengutamakan algoritma rekomendasi dibanding koneksi personal. Meskipun fitur baru bisa menarik beberapa pengguna, hal ini bisa memperbesar rasa jenuh dan kehilangan kepercayaan dari kreator yang lama membangun komunitasnya di platform tersebut.