AI summary
Tarif baru yang diterapkan oleh Trump secara signifikan meningkatkan biaya impor untuk perangkat keras penambangan Bitcoin. Perusahaan penambangan di AS menjadi kurang kompetitif dan mempertimbangkan untuk memperluas operasi ke negara lain. Luxor Technology berharap pemerintah AS akan mengecualikan peralatan penambangan dari kenaikan tarif untuk mendukung industri crypto domestik. Presiden Donald Trump mengumumkan tarif baru yang meningkatkan biaya impor perangkat keras untuk penambangan Bitcoin dari negara-negara Asia Tenggara seperti Indonesia, Malaysia, dan Thailand. Hal ini membuat biaya bagi penambang Bitcoin di AS meningkat secara signifikan.Tarif impor untuk chip spesifik aplikasi atau ASIC naik menjadi 21,6%, sementara tarif dari China bahkan lebih tinggi, mencapai 57,6%. Kondisi ini membuat perangkat keras penambangan menjadi mahal dan kurang kompetitif di pasar AS.Tenggat waktu penangguhan tarif antara AS dan China akan berakhir pada 12 Agustus tanpa adanya kesepakatan. Oleh karena itu, penambang Bitcoin berisiko menghadapi biaya impor yang terus meningkat.Akibat tarif tinggi ini, penambang AS mulai mempertimbangkan penggunaan rig bekas dengan harga lebih mahal dan juga ekspansi ke negara lain yang memiliki tarif lebih rendah seperti Kanada. Namun, produksi rig penambangan dalam negeri masih menghadapi kendala karena ketergantungan pada bahan baku asing.Beberapa pihak berharap pemerintah AS dapat mengecualikan perangkat penambangan dari tarif ini agar industri penambangan kripto tetap dapat berkembang dan bersaing secara global.
Kebijakan tarif ini sebenarnya justru menghambat pertumbuhan industri penambangan Bitcoin domestik karena ketergantungan pada perangkat keras impor yang mahal. Pemerintah sebaiknya mempertimbangkan pengecualian khusus untuk perangkat penambangan agar industri kripto tetap kompetitif dan berkembang di AS.