Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Nvidia Tolak Pasang Kill Switch Di Chip AI Meski Tekanan Regulasi AS Dan Tuduhan China

Teknologi
Keamanan Siber
News Publisher
06 Agt 2025
1463 dibaca
2 menit
Nvidia Tolak Pasang Kill Switch Di Chip AI Meski Tekanan Regulasi AS Dan Tuduhan China

TLDR

Nvidia menegaskan bahwa produk mereka tidak memiliki backdoor atau kill switch.
Ada tekanan dari pemerintah AS untuk memasukkan langkah keamanan tambahan dalam chip.
Pesaing seperti Huawei semakin kuat dan dapat mengancam dominasi Nvidia di pasar.
Nvidia sebagai produsen chip AI terbesar menolak keras usulan pemerintah AS untuk memasang teknologi kill switch yang memungkinkan chip dimatikan secara remote tanpa sepengetahuan pengguna. Hal ini terjadi di tengah tekanan regulasi seperti Chip Security Act yang diajukan oleh anggota kongres AS untuk pengawasan dan pelacakan chip AI dalam konteks keamanan nasional.Sementara itu, pemerintah China curiga bahwa chip Nvidia yang dijual di pasar mereka sudah memiliki backdoor atau lubang keamanan yang memungkinkan intervensi tanpa izin. China bahkan telah memulai penyelidikan terkait tuduhan ini, namun Nvidia membantah tegas dan menegaskan tidak ada backdoor tersembunyi tersebut.David Reber Jr., Chief Security Officer Nvidia, menulis blog yang ditujukan khusus kepada pembuat kebijakan AS. Ia memperingatkan bahwa memasang backdoor atau kill switch dalam chip justru akan menjadi bencana, mengancam keamanan dan kepentingan ekonomi Amerika Serikat sendiri.Kendati Nvidia berharap mendapat izin kembali menjual chip AI ke China, regulasi ketat dengan embargo pada beberapa hardware canggih masih berlaku karena risiko keamanan nasional. Di saat yang sama, perusahaan chip lokal China seperti Huawei terus meningkatkan kemampuan dan kapasitas produksinya untuk menjadi alternatif utama pasar chip AI.Situasi ini menjadi sangat penting karena persaingan teknologi chip AI global semakin sengit, dan bagaimana kebijakan keamanan serta geopolitik dapat memengaruhi inovasi, ketersediaan teknologi, dan dominasi pasar antara Amerika Serikat dan China ke depan.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.