USDC vs Tether: Stablecoin Mana yang Lebih Baik untuk Investasi Anda?
Finansial
Mata Uang Kripto
06 Agt 2025
59 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Tether memiliki likuiditas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan USDC.
USDC menawarkan transparansi dan kepatuhan regulasi yang lebih baik, menjadikannya lebih dapat diandalkan.
Kemitraan dengan Coinbase memberikan USDC keunggulan dalam hal utilitas sebagai metode pembayaran.
Di pasar stablecoin yang sangat besar, dua nama utama adalah Tether dan USDC yang sama-sama dipatok dengan nilai 1 dolar AS. Meski sama-sama stabil, likuiditas menjadi faktor pembeda utama, dengan Tether yang memiliki volume transaksi jauh lebih besar dibandingkan USDC.
USDC semakin populer sebagai opsi pembayaran khususnya di Amerika Serikat karena kemitraan dengan Coinbase yang memudahkan transaksi elektronik dan integrasi dengan platform e-commerce seperti Shopify. Hal ini membuat USDC lebih berguna bagi konsumen dan bisnis di pasar resmi AS.
Selain itu, USDC beroperasi di bawah pengawasan ketat regulator AS dan menjadi perusahaan publik yang transparan soal cadangan uangnya. Hal ini memberikan rasa aman lebih tinggi bagi investor dibanding Tether yang memiliki sejarah kontroversi terkait cadangan kasnya.
Para trader aktif lebih memilih Tether karena volume likuiditasnya yang besar, yang berarti pergerakan transaksi mereka lebih efisien dengan risiko terjadinya slippage yang rendah saat mereka pindah dari satu aset ke aset lain.
Namun bagi investor jangka panjang yang mengutamakan keamanan dan transparansi, USDC menjadi pilihan utama. Di masa depan, USDC diperkirakan akan semakin berkembang sebagai alat pembayaran digital yang terpercaya, khususnya di Amerika Serikat.
Analisis Ahli
Dominic Basulto
Pentingnya transparansi dan regulasi membuat USDC menjadi pilihan lebih aman meski Tether unggul dalam likuiditas.The Motley Fool Analyst Team
Meskipun Tether unggul dalam volume, kepercayaan jangka panjang lebih tinggi pada USDC karena keterbukaan dan keterlibatan regulasi AS.