Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Kesepakatan Rp 100.20 triliun (US$6 Miliar) Dorong Inovasi Pengembangan Obat AI antara XTalPi dan DoveTree

Sains
Kesehatan dan Obat-obatan
SCMP SCMP
06 Agt 2025
72 dibaca
2 menit
Kesepakatan Rp 100.20 triliun (US$6 Miliar)  Dorong Inovasi Pengembangan Obat AI antara XTalPi dan DoveTree

Rangkuman 15 Detik

Kolaborasi antara DoveTree dan XTalPi menunjukkan kemajuan dalam penelitian obat berbasis AI.
Gregory Verdine adalah sosok penting dalam dunia bioteknologi yang terus berinovasi.
Kesepakatan ini mencerminkan potensi besar pasar obat di Tiongkok dan pengembangan teknologi.
Perusahaan XTalPi yang berbasis di Shenzhen menandatangani perjanjian kolaborasi bernilai enam miliar dolar AS dengan DoveTree, perusahaan yang didirikan oleh profesor Harvard Gregory Verdine. Kesepakatan ini memberikan DoveTree hak eksklusif untuk mengembangkan dan mengkomersialisasi kandidat obat yang ditemukan menggunakan platform AI XTalPi. DoveTree setuju membayar XTalPi 100 juta dolar AS dalam waktu 180 hari setelah penandatanganan untuk mendapatkan hak tersebut. Ini merupakan bagian dari investasi besar dalam teknologi yang menggabungkan kecerdasan buatan dan robotik untuk mencari obat berbasis molekul kecil dan antibodi. Area fokus pengembangan obat termasuk kanker, penyakit imunologis dan inflamasi, gangguan neurologis, serta disfungsi metabolik. XTalPi juga berhak mendapat hingga 5,89 miliar dolar AS tambahan jika target regulasi dan komersial tercapai, ditambah royalti dari penjualan obat. Pengumuman kolaborasi ini langsung membawa lonjakan signifikan pada harga saham XTalPi yang mencapai puncak tertinggi dalam lima bulan terakhir. Hal ini menunjukkan antusiasme pasar terhadap potensi teknologi AI dalam inovasi bioteknologi. Teknologi AI yang digunakan XTalPi juga telah meningkatkan keberhasilan percobaan kimia dari sekitar 20-30 persen menjadi 90 persen, berdasarkan pernyataan CSO perusahaan. Inovasi ini menandai perkembangan penting dalam penggunaan AI untuk riset dan pengembangan obat di masa depan.

Analisis Ahli

Gregory Verdine
Menurut saya, kolaborasi ini akan membawa perubahan besar dalam cara obat dikembangkan dengan mempercepat proses penemuan menggunakan AI dan robotik secara terintegrasi.