Meta Platforms Bisa Capai Rp 50.10 quadriliun ($3 Triliun) Berkat Kejayaan Kecerdasan Buatan
Teknologi
Kecerdasan Buatan
05 Agt 2025
66 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Meta Platforms berpotensi mencapai valuasi $3 triliun melalui inovasi kecerdasan buatan.
Investasi besar dalam infrastruktur dapat mempengaruhi profitabilitas jangka pendek tetapi mendukung pertumbuhan jangka panjang.
Meta telah melihat pertumbuhan yang signifikan dalam keterlibatan pengguna di platform sosialnya berkat penggunaan AI.
Meta Platforms termasuk dalam beberapa perusahaan Amerika terbesar dengan nilai kapitalisasi pasar yang mendekati Rp 33.40 quadriliun ($2 triliun) , dan ada peluang kuat untuk mencapai angka Rp 50.10 quadriliun ($3 triliun) . Perusahaan ini dikenal dengan aplikasi sosial medianya seperti Facebook, Instagram, dan WhatsApp, yang digunakan hampir 3,5 miliar orang setiap hari, mendekati setengah dari populasi dunia. Namun, karena hampir semua orang potensial sudah menjadi pengguna, pertumbuhan melalui penambahan pengguna baru mulai melambat.
Untuk mengatasi tantangan itu, Meta mengandalkan kecerdasan buatan (AI) untuk meningkatkan keterlibatan penggunanya. Teknologi AI Meta, khususnya dari keluarga model bahasa besar Llama yang bersifat open source, memungkinkan perusahaan membuat rekomendasi yang lebih tepat dan menambah waktu yang dihabiskan pengguna di aplikasi mereka. CEO Mark Zuckerberg menyatakan waktu penggunaan di Instagram dan Facebook meningkat beberapa persen secara signifikan berkat AI, yang secara langsung meningkatkan jumlah iklan yang dilihat pengguna.
Selain meningkatkan waktu penggunaan, AI juga meningkatkan efektivitas iklan dengan meningkatkan kemampuan menargetkan pengguna yang kemungkinan besar melakukan konversi. Hal ini membuat pengiklan bersedia membayar lebih, sehingga pendapatan Meta meningkat. Pada kuartal kedua 2025, Meta mencatat kenaikan pendapatan 22% tahun ke tahun menjadi Rp 793.25 triliun ($47,5 miliar) , mengalahkan prediksi pasar, dan laba per saham meningkat drastis 38% menjadi Rp 11.92 juta ($7,14) .
Meta juga terus berinvestasi besar-besaran dalam AI dan infrastruktur data center, dengan pengeluaran modal kuartal kedua mencapai Rp 283.90 triliun ($17 miliar) dan perkiraan anggaran tahun 2025 ditingkatkan hingga Rp 1.20 quadriliun ($72 miliar) . Meski pengeluaran ini menekan profitabilitas jangka pendek, perusahaan yakin investasi ini akan membawa pertumbuhan jangka panjang yang lebih pesat melalui peningkatan AI dan kemungkinan superintelligence.
Dengan pertumbuhan laba yang kuat dan valuasi saham yang masih relatif rendah dibandingkan perusahaan teknologi besar lain dalam kelompok 'Magnificent Seven', Meta tampak undervalued. Perusahaan dapat dengan mudah mencapai atau melebihi kapitalisasi pasar Rp 50.10 quadriliun ($3 triliun) dalam beberapa tahun mendatang jika tren pertumbuhan laba dan harga saham berlanjut, menjadikannya pemain utama dalam industri teknologi dan AI global.
Analisis Ahli
Anthony Di Pizio
Meta memiliki potensi besar untuk naik kelas ke klub $3 triliun dengan dukungan pertumbuhan pendapatan dan laba yang kuat, meski tetap harus mewaspadai risiko pengeluaran modal besar.