TLDR
Hasil kuartal kedua Coinbase tidak mencerminkan prospek jangka panjang yang positif. Kerja sama dengan Circle dan pengembangan layanan baru akan mendukung pertumbuhan Coinbase di pasar cryptocurrency. Regulasi baru seperti GENIUS Act dan CLARITY Act dapat mempercepat adopsi cryptocurrency dan meningkatkan permintaan institusional. Coinbase mengalami penurunan saham yang tajam setelah hasil keuangan kuartal kedua yang lebih lemah dari perkiraan, tetapi analis Benchmark Mark Palmer menilai ini hanyalah gangguan sementara dan bukan tanda bahaya untuk perusahaan. Palmer tetap memberi rating beli dengan target harga $421, karena percaya pada potensi jangka panjang Coinbase.Salah satu faktor yang dianggap positif adalah perjanjian Coinbase dengan Circle dalam pembagian pendapatan USDC, sebuah stablecoin yang mendapat banyak perhatian setelah kebijakan baru GENIUS Act di Amerika Serikat. Ini menjadikan Coinbase siap mengambil keuntungan dari pertumbuhan penggunaan stablecoin.Selain itu, Coinbase mengembangkan produk dan layanan institusional seperti prime brokerage, crypto-as-a-service, dan derivatif yang diharapkan mendapat dorongan lebih jauh dengan adanya CLARITY Act, yang memungkinkan adopsi kripto lebih luas di pasar institusional.Perusahaan juga sedang membangun aplikasi super kripto yang menggabungkan berbagai layanan seperti trading, pembayaran, NFT, DeFi, dan developer tools, yang merupakan produk unik di pasar Amerika Serikat. Integrasi bursa terdesentralisasi memperluas pilihan token yang bisa diakses pengguna.Benchmark menyebutkan pula bahwa pendapatan transaksi Coinbase di bulan Juli melonjak 44% dibandingkan rata-rata kuartal kedua, menandakan potensi pemulihan aktivitas di pasar kripto. Hal ini mendukung pandangan bahwa masalah yang terjadi saat ini adalah jangka pendek dan masa depan Coinbase tetap cerah.