Teknologi Booster Roket Buat Drone Tempur Lebih Sulit Ditembak
Teknologi
Robotika
04 Agt 2025
240 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Sistem evasi baru dapat meningkatkan kelangsungan hidup drone hingga 87 persen.
Drones telah menjadi bagian penting dalam perang modern dan dapat menyebabkan banyak kerugian.
Tantangan teknis tetap ada, termasuk pengujian dan dampak pada performa drone.
Para insinyur di Tiongkok mengembangkan teknologi baru yang memungkinkan drone tempur melakukan manuver menghindar dengan kecepatan tinggi menggunakan booster roket samping yang ringan. Teknologi ini bertujuan meningkatkan kemampuan drone untuk menghindari rudal yang menargetkannya.
Teknologi yang dinamai 'terminal evasion' ini menggunakan booster yang menyala hanya satu hingga dua detik sebelum rudal mencapai drone, memberikan waktu yang cukup agar drone dapat mengubah arah dengan cepat dan tidak terduga.
Simulasi digital menunjukkan teknologi ini dapat meningkatkan tingkat kelangsungan hidup drone dari hanya 10 persen yang sekarang menjadi hampir 90 persen, yang akan membuatnya jauh lebih sulit untuk ditembak jatuh dalam pertempuran.
Meskipun teknologi ini menjanjikan, ada beberapa tantangan teknis yang harus diatasi, seperti penambahan berat pada drone yang dapat mengurangi daya tahan baterai dan kapasitas muatan. Teknologi ini juga masih perlu diuji secara langsung di lingkungan nyata.
Dengan semakin banyaknya penggunaan drone dalam perang modern, teknologi ini berpotensi mengubah cara drone beroperasi dan bertahan, membuat drone menjadi alat perang yang lebih efektif dan menguntungkan bagi pihak yang memanfaatkannya.
Analisis Ahli
dr. andrew j. lopez
Teknologi seperti ini bisa merevolusi taktik drone, tapi pengujian lapangan sangat penting untuk memahami dampak sistem booster terhadap performa drone jangka panjang.prof. liu sheng
Pendekatan penggunaan booster untuk manuver tiba-tiba sangat inovatif dan dapat membuat drone menjadi platform tempur yang jauh lebih adaptif dan sulit dideteksi oleh rudal.

