Penjualan Mobil Listrik Murah Melonjak Setelah Beijing Hentikan Perang Harga
Teknologi
Kendaraan Listrik dan Baterai
03 Agt 2025
278 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Mobil listrik terjangkau semakin populer di kalangan konsumen di China.
Intervensi pemerintah dapat mempengaruhi dinamika pasar dan strategi harga produsen.
Perusahaan seperti Leapmotor dan Xpeng menunjukkan pertumbuhan yang signifikan dalam penjualan berkat fokus pada harga dan teknologi.
Setelah pemerintah Beijing mengimbau untuk mengakhiri perang harga yang merugikan di pasar mobil listrik, perusahaan EV seperti Leapmotor dan Xpeng mulai menghentikan pemberian diskon besar dan pinjaman bunga nol. Hal ini mengubah lanskap pasar dan membuat harga mobil listrik sekitar 100.000 yuan menjadi sangat diminati.
Leapmotor, yang berbasis di Hangzhou dan didukung oleh Stellantis, mencatat rekor penjualan baru selama tiga bulan berturut-turut. Pada bulan Juli, mereka mengirimkan lebih dari 50 ribu kendaraan, tumbuh pesat dari bulan sebelumnya dan dari tahun ke tahun.
Xpeng yang berbasis di Guangzhou dan sebagian dimiliki Volkswagen juga mencetak rekor baru, menjual hampir 37 ribu mobil pada Juli. Mereka juga meluncurkan model baru Mona 03 sebagai pesaing langsung Tesla Model 3 yang terkenal.
Analisis dari Tian Maowei, manajer penjualan di Shanghai, menyebutkan bahwa kombinasi harga yang lebih terjangkau dan teknologi canggih membuat kedua perusahaan ini mampu mempertahankan momentum penjualan di tengah kekhawatiran konsumen terhadap masa depan ekonomi dan pekerjaan.
Perubahan ini menandai fase baru di pasar mobil listrik China, di mana konsumen kini lebih memilih model yang lebih murah dan efisien, mengindikasikan pergeseran penting dalam tren permintaan kendaraan listrik di negara tersebut.
Analisis Ahli
Tian Maowei
Kendaraan yang kompetitif dari sisi harga dan teknologi menjadi faktor utama mengapa konsumen lebih memilih model yang terjangkau, khususnya di tengah kekhawatiran ekonomi.

