AI summary
Bank besar seperti JPMorgan Chase mengenakan biaya tinggi untuk akses data keuangan, menghalangi inovasi. Praktik ini dapat dianggap sebagai upaya untuk membunuh persaingan di sektor fintech dan crypto. Regulasi yang lebih baik diperlukan untuk melindungi konsumen dan mendorong pilihan dalam layanan keuangan. Bank-bank besar di Amerika Serikat seperti JPMorgan kini membuat penggunaan aplikasi fintech dan crypto menjadi sulit dan mahal bagi pengguna. Mereka mengenakan biaya tinggi untuk mengakses data rekening atau memindahkan uang, yang mempersulit aplikasi alternatif untuk bersaing.Ini dianggap sebagai kelanjutan dari "Operation Chokepoint," yaitu upaya untuk menghambat bisnis crypto melalui tekanan regulator di masa lalu. Saat ini, meskipun tekanan dari pemerintah agak mereda, bank masih menggunakan cara lain untuk membatasi akses dan kompetisi.Dalam hukum AS, konsumen seharusnya memiliki hak untuk mengakses data keuangan mereka. Namun, bank mulai mematok biaya bahkan untuk informasi dasar seperti nomor routing atau nomor rekening, yang seharusnya dapat diakses secara gratis.Para pakar seperti Alex Rampell dan Tyler Winklevoss memperingatkan bahwa praktik ini bisa membunuh inovasi dan membatasi pilihan konsumen. Jika biaya terlalu tinggi, orang akan enggan menggunakan layanan fintech dan crypto, yang akhirnya mengurangi persaingan di pasar.Rampell menyerukan agar pemerintah, khususnya di era pemerintahan Trump, mengambil langkah cepat untuk menghentikan praktik ini sebelum bank-bank lain ikut meniru. Ia menekankan pentingnya perlindungan bagi konsumen dan pencegahan monopoli bank besar.
Praktik biaya tinggi yang dilakukan bank mencerminkan dominasi dan kontrol yang berlebihan terhadap infrastruktur keuangan digital yang seharusnya terbuka dan kompetitif. Jika tidak segera diatur, ini dapat menimbulkan monopoli terselubung yang melemahkan perkembangan fintech dan merugikan konsumen pada akhirnya.