Taceo: Enkripsi Canggih untuk Lindungi Data Iris dan Kolaborasi Aman
Teknologi
Keamanan Siber
31 Jul 2025
233 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Taceo mengembangkan perangkat lunak enkripsi yang memungkinkan kolaborasi data pribadi tanpa mendekripsi.
Startup ini mendapatkan dukungan pendanaan dari investor terkemuka seperti A16z dan Archetype VC.
Taceo berfokus untuk mengatasi tantangan komputasi terkait dengan penggunaan AI dalam keamanan data.
Taceo adalah sebuah startup asal Austria yang menciptakan software enkripsi untuk memungkinkan organisasi menggunakan data bersama tanpa harus membuka data asli. Teknologi ini sangat berguna untuk menjaga privasi data sensitif, misalnya data pemindaian iris yang digunakan sebagai identitas biometrik.
Startup ini telah meluncurkan sebuah alat kriptografi bernama coSNARKs yang menggabungkan dua teknik enkripsi penting. Dengan alat ini, perusahaan dapat menjalankan verifikasi atau komputasi pada data yang tetap terlindungi secara penuh tanpa perlu membukanya.
Salah satu pengguna utama teknologi Taceo adalah World, startup milik Sam Altman yang menyimpan dan memproses data iris lebih dari 14 juta orang. Kerja sama ini menunjukkan bahwa teknologi Taceo dapat digunakan untuk aplikasi biometrik berskala besar dan tetap menjaga keamanan data pengguna.
Taceo baru saja mendapatkan pendanaan seed sebesar Rp 91.85 miliar ($5,5 juta) dari investor ternama seperti A16z dan Archetype VC. Dana ini akan digunakan untuk memperluas tim dan meningkatkan penelitian terutama dalam menghadapi tantangan komputasi berat yang diperlukan untuk aplikasi kecerdasan buatan.
Dengan fokus jangka pendek untuk melayani sektor layanan keuangan dan masa depan mengarah ke pengembangan teknologi untuk AI, Taceo berpotensi menjadi pemain utama dalam dunia enkripsi dan perlindungan data di era digital dan kecerdasan buatan.
Analisis Ahli
Whitfield Diffie
Inovasi seperti coSNARKs merupakan langkah maju dalam bidang kriptografi praktis, memperlihatkan bagaimana enkripsi dapat digunakan bukan hanya sebagai alat proteksi tapi juga sebagai enabler bagi kolaborasi data yang aman.Cynthia Dwork
Pendekatan kolaboratif untuk keamanan data ini sangat krusial untuk mengatasi dilema privasi tanpa mengorbankan manfaat dari data besar di era kecerdasan buatan.
