Noma Security Kumpulkan Dana Rp 1.67 triliun ($100 Juta) untuk Amankan Data dari Risiko AI Agent
Teknologi
Keamanan Siber
31 Jul 2025
171 dibaca
1 menit
Rangkuman 15 Detik
Noma Security berhasil mengumpulkan $100 juta dalam putaran pendanaan terbaru.
Permintaan untuk solusi keamanan siber semakin meningkat akibat serangan siber yang kian marak.
Akuisisi besar-besaran di sektor keamanan siber menunjukkan minat investor terhadap teknologi keamanan.
Startup keamanan siber dari Israel, Noma Security, baru saja mengumumkan bahwa mereka berhasil mendapatkan dana sebesar 100 juta dolar AS dalam putaran pendanaan terbaru. Ini membawa total dana yang mereka kumpulkan hingga saat ini menjadi 132 juta dolar AS.
Pertumbuhan besar-besaran di sektor keamanan siber Israel disebabkan oleh tingginya jumlah serangan siber yang terjadi akhir-akhir ini, seperti data breach dan ransomware. Hal ini membuat perusahaan-perusahaan membutuhkan solusi perlindungan yang lebih baik.
Noma Security fokus dalam membantu perusahaan mengenali dan mengelola risiko yang muncul dari penggunaan kecerdasan buatan dan AI agent, yaitu sistem AI yang bekerja secara otomatis untuk kepentingan pengguna atau organisasi.
Investasi yang baru diperoleh ini akan digunakan untuk memperluas bisnis Noma Security ke wilayah seperti Amerika Utara, Eropa, Timur Tengah, dan Afrika. Selain itu, mereka juga akan menambah tim riset dan pengembangan produk di kantor pusat mereka di Tel Aviv.
Berbagai transaksi besar di dunia keamanan siber Israel tengah berlangsung, termasuk akuisisi CyberArk Software oleh Palo Alto Networks dan pembelian startup Wiz oleh Alphabet, menunjukkan minat tinggi terhadap teknologi keamanan.
Analisis Ahli
Bruce Schneier
Perusahaan yang fokus pada perlindungan data terhadap ancaman AI akan menjadi kunci untuk mengamankan ekosistem digital masa depan, karena AI membawa tantangan keamanan yang belum pernah ada sebelumnya.Niloofar Razi Howe
Pertumbuhan pendanaan di sektor keamanan siber Israel menunjukkan keunggulan inovasi teknologi negara ini dan akan meningkatkan kemampuan global dalam mengatasi serangan siber yang semakin kompleks.