Mengapa Dogecoin dan Shiba Inu Sulit Jadi Mesin Jutawan di Masa Depan
Finansial
Mata Uang Kripto
31 Jul 2025
256 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
Dogecoin memiliki peluang lebih baik untuk pertumbuhan di masa depan dibandingkan Shiba Inu karena dukungan institusi.
Meme coin memiliki nilai fundamental yang tipis dan bergantung pada sentimen pasar.
Investasi di koin meme membawa risiko tinggi dan tidak menjamin keuntungan bagi investor baru.
Dogecoin dan Shiba Inu adalah dua meme coin terkenal yang sering naik turun tajam karena hype dan sentimen pasar. Banyak orang membayangkan membeli koin ini seperti membeli tiket lotre yang bisa berubah jadi sangat menguntungkan semalaman.
Namun, untuk meningkatkan investasi Rp 167.00 miliar ($10.000 m) enjadi Rp 16.70 miliar ($1 juta) , Dogecoin harus mencapai harga sekitar Rp 367.40 ribu ($22) , dan Shiba Inu harus naik ke sekitar Rp 233.80 ribu ($0,0014) . Itu berarti kapitalisasi pasar mereka harus jauh lebih besar dari saat ini, sesuatu yang sangat sulit dicapai tanpa permintaan dan nilai ekonomi nyata.
Kedua koin ini tidak membagikan keuntungan atau aliran uang kembali ke pemegangnya dan tidak memiliki ekosistem yang kuat, sehingga nilainya sangat tergantung pada sentimen dan viralitas, yang sangat fluktuatif dan tidak dapat diandalkan.
Dogecoin memiliki keunggulan karena kini dapat dibeli melalui manajer aset institusi seperti Bitwise dan Grayscale, dan volumenya tinggi sehingga lebih mudah bagi investor besar untuk masuk dan keluar tanpa mengguncang pasar. Sementara Shiba Inu punya likuiditas yang lebih rendah dan konsentrasi kepemilikan yang tinggi, membuatnya riskan.
Kesimpulannya, meski tidak mustahil terjadi kenaikan harga, peluang untuk mendapatkan keuntungan besar sangat kecil dan risiko kehilangan modal lebih tinggi. Jika ingin investasi yang lebih aman, saham pilihan dari analis profesional bisa menjadi pilihan yang lebih bijak.