TikTok Luncurkan Footnotes: Sistem Cek Fakta dari Komunitas untuk Video
Bisnis
Marketing
30 Jul 2025
107 dibaca
2 menit
Rangkuman 15 Detik
TikTok meluncurkan fitur Footnotes untuk meningkatkan konteks informasi di video.
Fitur ini memungkinkan pengguna untuk berkontribusi dan memberikan penilaian terhadap kebenaran informasi.
Footnotes bertujuan untuk mengurangi misinformasi dengan memanfaatkan sistem pengecekan fakta berbasis komunitas.
TikTok meluncurkan fitur baru bernama Footnotes yang memungkinkan pengguna memberikan catatan fakta dan menilai catatan tersebut pada video yang ada di platform. Fitur ini dirancang untuk membantu pengguna memahami konten dengan lebih baik dan mengurangi penyebaran informasi yang keliru.
Sistem Footnotes menggunakan algoritma yang mencari persetujuan dari pengguna dengan pandangan berbeda agar catatan yang diberikan lebih terpercaya. Dengan cara ini, sistem berusaha menghindari manipulasi suara oleh kelompok tertentu yang ingin memengaruhi hasil penilaian demi kepentingan mereka.
Pengguna TikTok di Amerika Serikat yang sudah berusia 18 tahun, telah menggunakan aplikasi selama lebih dari enam bulan, dan tidak melanggar aturan komunitas baru-baru ini sudah bisa menjadi kontributor dan bergabung dalam program pilot Footnotes. Sebanyak 80 ribu pengguna AS sudah terdaftar sebagai kontributor sejak peluncuran uji coba Maret lalu.
TikTok menegaskan bahwa Footnotes tidak menggantikan program cek fakta global yang sudah ada, melainkan melengkapi upaya mereka dalam menyediakan informasi yang lebih akurat. TikTok juga terus bermitra dengan lebih dari 20 organisasi pengecek fakta berstandar IFCN di berbagai negara dan bahasa.
Fitur serupa sudah duluan diterapkan oleh platform lain seperti Twitter yang mengenalkan Community Notes, dan Meta yang baru-baru ini mempertahankan sistemnya di AS dengan alasan mengakomodasi masukan pengguna. YouTube pun ikut mencoba sistem serupa lewat fitur Notes yang diluncurkan tahun lalu.
Analisis Ahli
Howard Rheingold (penulis dan pakar media sosial)
Sistem crowdsourced fact-checking memberikan peluang unik untuk demokratisasi informasi, tetapi juga menghadirkan risiko politisasi dan polarisasi jika tidak diawasi dengan ketat.Claire Wardle (pakar disinformasi dan pendiri First Draft News)
Kolaborasi antara algoritma dan komunitas adalah langkah penting, namun fokus utama adalah memastikan pelatihan dan seleksi kontributor agar kualitas dan integritas informasi tetap terjaga.