TLDR
Strategi treasury kripto semakin diadopsi oleh perusahaan di seluruh Amerika. Hyperliquid Strategies Inc. menunjukkan pendekatan baru dengan fokus pada satu altcoin. Perusahaan-perusahaan besar mulai berinvestasi dalam aset digital, menciptakan kemungkinan baru di ruang keuangan. Banyak perusahaan di Amerika Serikat mulai mencontoh strategi Michael Saylor yang awalnya kontroversial, yakni mengumpulkan kripto dalam kas perusahaan. Pada tahun 2025, lebih dari $85 miliar dana dikumpulkan untuk membeli berbagai jenis aset digital, termasuk token altcoin yang berisiko lebih tinggi dibanding bitcoin.Salah satu contoh utama adalah Hyperliquid Strategies Inc. (HSI) yang akan menjadi perusahaan publik pertama yang difokuskan pada kepemilikan besar token HYPE dari blockchain Hyperliquid, sebuah proyek blockchain layer-1 yang baru diluncurkan pada 2023. HSI didukung oleh sejumlah investor institusional besar.HSI akan memegang sekitar 12,6 juta token HYPE saat dimulai dengan rencana pembelian tambahan senilai $305 juta. Token HYPE sendiri digunakan untuk berbagai fungsi dalam ekosistem Hyperliquid, seperti staking dan tata kelola, dan saat ini menjadi cryptocurrency terbesar ke-15 berdasarkan nilai pasar.Pendapat ahli membagi dua antara yang optimistis bahwa HYPE masih undervalued secara pendapatan dan yang cenderung berhati-hati karena lonjakan harga yang besar dalam waktu singkat menimbulkan risiko koreksi jangka pendek. Namun, secara strategis, HSI dipandang sebagai perintis yang mengubah cara perusahaan berinvestasi dalam kripto.Jika strategi ini berhasil, kita mungkin akan melihat lebih banyak perusahaan mengikuti jejak HSI dengan mengambil posisi besar dalam token altcoin tertentu, bukan hanya mengandalkan bitcoin sebagai aset digital utama mereka. Ini bisa menandai fase baru dalam perkembangan keuangan digital dan investasi perusahaan.