Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Mengapa Mayoritas Orang Amerika Masih Ragu Memiliki Cryptocurrency Meski Regulasi Membaik

Finansial
Mata Uang Kripto
News Publisher
27 Jul 2025
1323 dibaca
1 menit
Mengapa Mayoritas Orang Amerika Masih Ragu Memiliki Cryptocurrency Meski Regulasi Membaik

TLDR

Persepsi risiko terhadap cryptocurrency masih menjadi hambatan utama untuk adopsi lebih luas.
Meskipun aksesibilitas meningkat, banyak orang tetap skeptis tentang investasi dalam cryptocurrency.
Kepemilikan cryptocurrency terfokus pada demografi tertentu, terutama pria muda.
Meskipun pemerintah AS baru-baru ini memperbaiki regulasi cryptocurrency, hanya sebagian kecil warga Amerika yang saat ini memiliki atau tertarik untuk membeli aset digital ini. Hal ini menunjukkan adanya jarak antara kemajuan kebijakan dan penerimaan publik.Sebagian besar masyarakat masih melihat cryptocurrency sebagai investasi yang berisiko tinggi, dengan hanya sekitar 14% dari mereka yang mengatakan memiliki kripto saat ini. Bahkan yang sudah tahu tentang kripto pun masih khawatir akan volatilitas harga yang tinggi.Data menunjukkan kepemilikan kripto didominasi oleh kelompok pria usia muda dan menurun drastis di kalangan wanita dan orang tua, terutama di atas usia 50 tahun. Ini menandakan adanya kesenjangan demografis yang cukup besar dalam penggunaan aset digital.Dukungan politik dengan adanya undang-undang Genius Act dan Clarity Act serta langkah perusahaan besar menggunakan Bitcoin sebagai aset menunjukkan bahwa integrasi crypto ke sistem keuangan resmi semakin nyata. Namun, hal ini belum cukup mengubah pandangan negatif mayoritas masyarakat.Akses ke cryptocurrency semakin mudah lewat platform populer seperti Robinhood, PayPal, dan Fidelity. Namun, kemudahan akses saja tidak cukup untuk menghilangkan keraguan dan ketakutan masyarakat, sehingga adopsi massal masih menghadapi tantangan besar.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.