Masa Depan Tanpa Smartphone: Perangkat AI dan Smartglasses Menggantikan HP
Teknologi
Gadgets dan Wearable
25 Jul 2025
55 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Perkembangan teknologi dapat mengubah kebiasaan masyarakat dan menggantikan perangkat yang ada.
Akuisisi OpenAI oleh Jony Ive menunjukkan ambisi untuk menciptakan perangkat baru berbasis AI.
Prediksi dari tokoh-tokoh seperti Zuckerberg dan Musk menunjukkan bahwa masa depan perangkat sehari-hari akan sangat berbeda.
Teknologi terus berkembang dan memberikan pengaruh besar terhadap kebiasaan masyarakat, terutama perangkat komunikasi sehari-hari seperti smartphone. Smartphone sekarang sudah sangat populer, tetapi banyak pihak percaya perangkat ini akan tergantikan dengan teknologi yang lebih canggih di masa depan.
Perangkat seperti smartwatch pernah diprediksi menggantikan smartphone, namun kenyataannya mereka hanya menjadi pelengkap. Selain itu, teknologi VR dan AR juga dianggap berpotensi menggantikan smartphone, tetapi belum ada bukti nyata yang mengarah ke sana.
Baru-baru ini OpenAI dan LoveFrom io mengumumkan akuisisi besar-besaran dengan tujuan mengembangkan perangkat tanpa layar yang didukung kecerdasan buatan. Perangkat ini diharapkan bisa menggantikan fungsi smartphone seperti yang kita kenal sekarang.
Selain itu, CEO Meta Mark Zuckerberg memprediksi smartglasses atau kacamata pintar bakal mengambil alih dominasi smartphone sekitar tahun 2030. Zuckerberg percaya bahwa perangkat tersebut bisa menghadirkan pengalaman yang lebih alami dalam berkomunikasi dan bekerja.
Sementara itu, Elon Musk punya ide lain tentang masa depan tanpa smartphone, yaitu Neuralink. Neuralink adalah chip otak yang memungkinkan manusia berinteraksi dengan komputer menggunakan pikiran, sebuah teknologi revolusioner yang bisa mengubah cara kita memakai alat komunikasi di dunia digital.
Analisis Ahli
Kevin Kelly
Transformasi teknologi ini akan menggeser paradigma antarmuka manusia dengan perangkat, dari layar ke pengalaman yang lebih imersif dan personal.Mary Meeker
Adopsi teknologi baru butuh waktu; meski AI dan perangkat wearable semakin canggih, pengguna masih memerlukan jembatan yang nyaman dari smartphone ke perangkat baru.
