Cara Rahasia Kirim Mesin Drone Tiongkok Bantu Rusia Perkuat Serangan di Ukraina
Finansial
Kebijakan Fiskal
25 Jul 2025
134 dibaca
1 menit

Rangkuman 15 Detik
Cina terlibat dalam pengiriman mesin ke Rusia untuk mendukung produksi drone.
Drone Garpiya-A1 digunakan untuk serangan di Ukraina, termasuk terhadap target sipil.
Sanksi tidak menghentikan produksi drone Rusia, yang terus menggunakan pemasok alternatif dari Cina.
Rusia sedang meningkatkan produksi drone menyerang Garpiya dengan menggunakan mesin buatan Tiongkok yang diselundupkan secara rahasia. Mesin ini dikirim dengan menyamar sebagai peralatan pendingin untuk menghindari sanksi Barat yang sudah diberlakukan pada perusahaan terkait.
Dokumen yang diperoleh dari berbagai sumber menunjukkan bahwa ada kontrak besar antara perusahaan milik negara Rusia, IEMZ Kupol, dengan kementerian pertahanan Rusia untuk mengirimkan lebih dari 6.000 drone pada tahun 2025, naik signifikan dari sekitar 2.000 pada tahun sebelumnya.
Drone Garpiya ini didasarkan pada desain drone Iran dan digunakan untuk menyerang target baik militer maupun sipil di Ukraina. Intelijen Ukraina melaporkan bahwa drone ini diluncurkan sekitar 500 kali setiap bulan, menunjukkan intensitas konflik yang terus berlangsung.
Meskipun AS dan Uni Eropa sudah menjatuhkan sanksi terhadap beberapa perusahaan Tiongkok yang memasok mesin drone, pengiriman tetap berlangsung melalui perusahaan perantara dan front di Rusia, yang membuat pengawasan dan penegakan sanksi menjadi sulit.
Pemerintah Tiongkok sendiri membantah mengetahui pengiriman komponen tersebut dan mengkritik sanksi unilateral yang bukan berasal dari Perserikatan Bangsa-Bangsa, sementara pejabat Eropa berusaha meningkatkan tekanan diplomatik untuk menghentikan aliran teknologi ini demi menjaga keamanan kawasan.
Analisis Ahli
Ian Easton (Analis Keamanan Asia-Pasifik)
Penggunaan komponen kunci seperti mesin drone yang dibuat di China sangat berkontribusi pada kemampuan Rusia dalam memperpanjang konfliknya, sekaligus menyoroti risiko besar transfer teknologi militer yang tidak diawasi dengan ketat antar negara.Nina Kollars (Analis Kebijakan Pertahanan Uni Eropa)
Strategi kapal kargo yang memindahkan mesin drone dengan pengkodean palsu memperlihatkan kebutuhan mendesak Uni Eropa untuk memperkuat mekanisme sanksi dan memperketat kontrol ekspor demi menjaga stabilitas regional.

