Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Google Tambahkan Fitur AI Mengubah Foto Jadi Video di Photos dan Shorts

Teknologi
Kecerdasan Buatan
artificial-intelligence (8mo ago) artificial-intelligence (8mo ago)
23 Jul 2025
19 dibaca
2 menit
Google Tambahkan Fitur AI Mengubah Foto Jadi Video di Photos dan Shorts

Rangkuman 15 Detik

Google menambahkan kemampuan AI baru untuk mengubah foto menjadi video di Google Photos dan YouTube Shorts.
Fitur Remix akan memungkinkan pengguna untuk mengubah gaya foto menjadi berbagai bentuk seni.
Kedua alat ini diluncurkan sebagai fitur eksperimen dengan peringatan tentang hasil yang mungkin tidak akurat.
Google baru-baru ini meluncurkan fitur baru yang berbasis AI untuk aplikasi Google Photos dan YouTube Shorts. Fitur ini memungkinkan pengguna mengubah foto menjadi video pendek dengan berbagai efek menarik. Teknologi ini menggunakan model video AI Veo 2 yang berbeda dari versi terbaru Veo 3 yang dipakai di aplikasi Gemini milik Google. Fitur ini mulai digulirkan di Amerika Serikat dan negara lain dalam waktu dekat. Di Google Photos, pengguna dapat membuat video berdurasi maksimal enam detik dari foto mereka dengan menggunakan sejumlah prompt yang telah disediakan, seperti 'Subtle movements' atau 'I'm feeling lucky'. Di YouTube Shorts, pengguna dapat memilih durasi klip video sesuai keinginan mereka. Namun, dalam kedua aplikasi ini, pengguna tidak bisa input deskripsi atau perintah khusus untuk mengarahkan hasil AI. Selain fitur photo-to-video, Google juga memperkenalkan Remix tool untuk Google Photos yang akan tersedia dalam beberapa minggu ke depan. Remix mengubah gaya foto menjadi beberapa pilihan, seperti anime, komik, sketsa, dan animasi 3D. Semua fitur baru ini dikumpulkan dalam tab baru bernama Create agar lebih mudah diakses pengguna dan diletakkan berdampingan dengan fitur kreatif lain seperti kolase dan video highlight. Google mengingatkan bahwa fitur-fitur AI ini masih bersifat 'eksperimental' sehingga kemungkinan menghasilkan hasil yang kurang akurat tetap ada. Untuk itu, pengguna dapat memberikan umpan balik berupa tanda suka atau tidak suka pada hasil yang dihasilkan. Selain itu, semua foto dan video yang dibuat dengan AI ini akan mencantumkan watermark SynthID digital yang tidak terlihat, dan video di Google Photos juga akan mempunyai watermark yang jelas sebagai pengenal konten AI. YouTube Shorts juga mendapat pembaruan dengan menambahkan AI Playground, sebuah pusat untuk menemukan efek AI baru. Di sana, pengguna dapat membuat gambar dari coretan dan menerapkan efek video unik seperti menggandakan diri atau efek menyelam di bawah air. Sementara itu, Apple mengusung pendekatan berbeda dengan fitur AI-nya yang tidak menghasilkan gambar fotorealistik demi menghindari risiko penyalahgunaan seperti deepfake dan penyebaran informasi palsu.

Analisis Ahli

Andrew Ng
Penggabungan AI generatif dalam aplikasi konsumen seperti Google Photos dan YouTube Shorts menunjukkan kemajuan signifikan dalam AI praktis, namun penting bagi Google untuk terus memantau dampak etis dan kualitas produknya.