Pomodo
HomeTeknologiBisnisSainsFinansial

Plastik Ramah Lingkungan LAHB Terurai Cepat di Dasar Laut Dalam Jepang

Sains
Iklim dan Lingkungan
News Publisher
23 Jul 2025
216 dibaca
1 menit
Plastik Ramah Lingkungan LAHB Terurai Cepat di Dasar Laut Dalam Jepang

AI summary

LAHB menunjukkan potensi besar untuk biodegradasi di lingkungan laut.
Penelitian ini mengungkapkan bagaimana mikroorganisme dapat berkolaborasi untuk memecah plastik.
LAHB dapat menjadi solusi untuk masalah pencemaran plastik di lautan.
Penelitian terbaru dari Jepang menemukan bahwa plastik baru bernama LAHB dapat terurai dengan cepat di dasar laut dalam, berbeda dengan plastik bio konvensional seperti PLA yang tetap utuh. Ini menjadi kabar baik bagi upaya mengurangi polusi plastik di laut.LAHB adalah polyester mikroba yang mengandung asam laktat dan 3-hidroksibutirat. Dalam pengujian di kedalaman 855 meter, material ini kehilangan lebih dari 80 persen beratnya dalam 13 bulan di lingkungan dengan suhu dingin dan tekanan tinggi.Proses degradasi LAHB difasilitasi oleh komunitas mikroba yang memiliki fungsi berbeda-beda. Beberapa mikroba mengeluarkan enzim khusus untuk memecah rantai polimer menjadi potongan kecil, yang kemudian diubah menjadi monomer oleh mikroba lain.Monomer hasil penguraian ini dimanfaatkan oleh mikroba lain untuk menghasilkan karbon dioksida, air, dan garam, sehingga tidak meninggalkan residu plastik atau mikroplastik yang berbahaya di laut dalam.Penemuan ini menunjukkan potensi besar LAHB sebagai bahan plastik yang lebih aman dan ramah lingkungan, membantu mengatasi tantangan pencemaran plastik di lautan yang selama ini sulit diselesaikan oleh plastik berbasis bio lainnya.

Experts Analysis

Prof. Seiichi Taguchi
LAHB membuka jalan bagi material plastik yang dapat terurai secara lengkap di ekosistem laut dalam, suatu terobosan yang sangat penting bagi mitigasi polusi plastik jangka panjang.
Editorial Note
Penemuan ini merupakan kemajuan besar dalam pengembangan plastik ramah lingkungan karena menunjukkan biodegradasi efektif dalam kondisi ekstrem laut dalam yang selama ini sulit dijangkau. Namun, tantangan ekonomi dan produksi massal masih harus diatasi sebelum teknologi ini bisa diimplementasikan secara luas dalam industri plastik global.
Baca Berita Lebih Cepat,Lebih Cerdas
Rangkuman berita terkini yang dipersonalisasi untukmu — tanpa perlu baca panjang lebar.