Meta Tawarkan Gaji Fantastis Rp 20 Triliun untuk Pakar AI, Tapi Ditolak
Teknologi
Kecerdasan Buatan
22 Jul 2025
161 dibaca
2 menit

Rangkuman 15 Detik
Meta menawarkan gaji yang sangat tinggi untuk menarik para ahli AI.
Tawaran dari Meta sering kali ditolak oleh kandidat terbaik di industri.
Investasi besar-besaran Meta menunjukkan komitmennya dalam pengembangan teknologi AI.
Meta, perusahaan teknologi besar, menawarkan gaji sangat tinggi untuk seorang pakar AI. Tawaran tersebut mencapai US$ 1,25 miliar selama empat tahun, namun kandidat tersebut menolaknya. Ini menunjukkan betapa ketatnya persaingan dalam bidang AI untuk mendapatkan talenta terbaik.
Menurut Daniel Francis, pendiri startup AI bernama Abel, tawaran tersebut berasal dari Meta dan dibagikan melalui media sosial X. Jika dihitung per tahun, gaji tersebut mencapai lebih dari US$ 300 juta, yang tentu sangat fantastis dibandingkan standar gaji pada umumnya.
Sam Altman, CEO OpenAI, juga pernah mengungkapkan bahwa Meta pernah menawarkan gaji sebesar US$ 100 juta kepada para insinyur di OpenAI. Tapi tawaran besar ini ditolak oleh sebagian talenta terbaiknya. Ini menunjukkan bahwa uang bukan satu-satunya nilai yang dikejar oleh para ahli AI.
Selain menawarkan gaji fantastis, Meta juga melakukan investasi besar pada perusahaan AI lain seperti ScaleAI. Mereka juga mengundang CEO ScaleAI, Alexandr Wang, untuk memimpin laboratorium AI mereka, yang bertujuan mengembangkan teknologi superintelijen.
Mark Zuckerberg sendiri dikabarkan sangat aktif dalam mencari dan merekrut para ahli AI terbaik demi memajukan teknologi kecerdasan buatan di Meta. Ini menandakan bahwa pengembangan AI menjadi prioritas utama bagi perusahaan tersebut.
Analisis Ahli
Andrew Ng
Investasi besar pada talenta AI adalah langkah penting untuk memastikan perusahaan bisa tetap kompetitif, tapi keberhasilan jangka panjang tetap bergantung pada ekosistem inovasi dan kolaborasi yang dibangun, bukan hanya gaji tinggi.

